Siswa Diminta Tak Lakukan Bullying

JAKSA MASUK SEKOLAH: Siswa-siswi SMP 2 Wonosobo serius mendengarkan paparan Kejari setempat, kemarin (ZAIN ZAINUDIN/JAWA POS RADAR KEDU).
JAKSA MASUK SEKOLAH: Siswa-siswi SMP 2 Wonosobo serius mendengarkan paparan Kejari setempat, kemarin (ZAIN ZAINUDIN/JAWA POS RADAR KEDU).

WONOSOBO—Mengawali program Jaksa Masuk Sekolah, SMP Negeri 2 Wonosobo mengundang secara khusus Kajari Agustinus. Secara khusus, Kajari Agustinus memberikan pemahaman tentang hukum kepada siswa-siswi SMP 2. Amanat tentang hokum, disampaikannya saat upacara bendera dan di dalam kelas.

Ada beberapa poin yang disampaikan Agustinus. Yakni, bahaya narkoba. Kajari berpesan agar jangan pernah mencoba narkoba. Selain melanggar hukum, penggunaan narkoba sangat merugikan fisik maupun psikis penggunanya.

“Penting saya sampaikan, nggak ada baiknya dengan narkoba. Pertama, melanggar hukum. Kedua, tubuh rusak. Dan, pikiran juga bakal kena dampak dari zat adiktif yang ditimbulkan.” Untuk itu, Kajari Agustinus mengajak guru dan para orang tua murid untuk terlibat aktif mengawasi perilaku anak-anaknya.

Selain narkoba, Kajari juga menyorot penggunaan IT maupun media sosial (medsos). Ia menghimbau agar akses informasi, tidak disalahfungsikan. Seperti untuk menebar ujaran kebencian, melakukan bullying, dan sebagainya. “Gunakan IT untuk hal-hal positif, baca-baca buku referensi, mencari materi, dan belajar.”

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Wonosobo, Ellna Amperawati menambahkan, “Tadi beliau (Kajari) juga memaparkan apa-apa yang menjadi kewajiban siswa, dan apa yang menjadi hak siswa secara gamblang.” Setelah upacara selesai, kegiatan Jaksa Masuk Sekolah diteruskan dengan penyuluhan. Materinya, antara lain, peradilan anak, antibullying, dan pemanfaatan IT. Usai materi, dilanjutkan sesi tanya jawab. (cr2/isk)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here