Santri  Tewas Tenggelam Di Kolam Renang

597

DEMAK-Peristiwa mengenaskan terjadi di kolam renang Polaris, jalan Demak-Grobogan, Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam, kemarin. Seorang santri bernama Muhamad Syafaul Mustajib, 8, anak dari Eko Edi Supranoto, warga Desa Mlaten, Kecamatan Mijen, diketahui  tewas tenggelam di kolam renang tersebut.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (RSI NU) Jogoloyo, Kota Demak, namun nyawanya tidak tertolong. Petaka ini mengulang kejadian beberapa tahun sebelumnya. Saat itu, kolam renang masih diberi nama Amala Pool.

Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan melalui Kabagops Kompol Sutomo mengatakan,  kejadian bermula ketika Minggu (24/9) korban bersama 15 temannya sesama santri Ponpes Roudlatul Quran, Jalan Lingkar, Desa Mranak, Kecamatan Wonosalam, berkunjung ke kolam renang Polaris. Mereka juga didampingi para guru pendamping. Bahkan, guru pendamping juga sudah mengingatkan para santrinya tersebut agar tetap mandi di kolam anak dan tidak renang di kolam dewasa. Namun, seruan itu rupanya diabaikan korban.

”Nah, sekitar pukul 09.30 petaka itu terjadi.  Korban diketahui tenggelam di kolam khusus dewasa tersebut,” katanya.

Mengetahui ada pengunjung yang tenggelam, karyawan Polaris dibantu guru pendamping langsung melakukan pertolongan. Korban dibawa ke RSI NU untuk perawatan. Namun, dalam perkembangannya korban meninggal dunia. Kabagops Kompol Sutomo mengatakan, dari pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter RSI NU, tidak diketahui tanda tanda kekerasan.

Kematian korban diduga akibat tenggelam dengan kondisi paru-paru terisi penuh air. Terkait kejadian ini, pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan saksi saksi untuk proses penyelidikan lebih lanjut.  “Kita tunggu hasil penyelidikan,” katanya. (hib/zal)