33 C
Semarang
Kamis, 6 Agustus 2020

Pengembang Mengerem Pembangunan

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

SEMARANG – Pengembang perumahan khususnya kelas menengah dan keatas mengerem pembangunan. Hal ini seiring dengan belum stabilnya daya beli masyarakat.

Wakil Ketua Bidang Pertanahan DPD REI Jateng Wibowo Tedjosukmono mengatakan, sejak awal tahun hingga pertengahan September, penjualan rumah cukup fluktuatif. Hal tersebut terlihat dari beberapa pameran yang telah digelar.

Pada awal tahun hasil penjualan pada pameran cukup rendah, kemudian membaik di pertengahan tahun. Ini terlihat dari hasil penjualan di dua pameran yang mencapai 54 dan 60 unit rumah. Namun, pada Property Expo yang digelar pada 13 – 24 September di Mal Paragon, penjualan kembali merosot.

“Penjualan hanya mencapai 29 unit dari target 70 unit. Lesunya penjualan terasa tidak hanya di pameran. Biasanya para calon pembeli ini ada yang menindaklanjuti dengan datang ke lokasi, tapi sejauh ini masih belum terasa,” ujarnya disela penutupan pameran, kemarin.

Menurutnya, pasar properti yang kurang menggairahkan ini disebabkan oleh daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya membaik. Karena berbagai kemudahan sudah banyak diberikan, baik melalui kebijakan pemerintah maupun dari sisi promo pengembang.

“Kebijakan pemerintah sudah cukup mendukung, suku bunga KPR saat ini juga sangat rendah yakni 6,75 fix satu tahun, yang merupakan bunga terendah sepanjang sejarah. Namun kenyataannya belum mampu mendongkrak daya beli,” ujarnya.

Terkait dengan kondisi ini lanjutnya, banyak pengembang perumahan memilih untuk menahan diri melakukan pembangunan rumah. Ia berharap, dalam dua bulan yakni Oktober dan November penjualan bisa membaik. “Harapan kami untuk tahun ini ya di dua bulan tersebut, karena berdasarkan tahun-tahun sebelumnya, pada bulan Desember biasanya masyarakat tidak membeli rumah,” ujarnya. (dna/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Hoax Diracun, Petugas KPPS Meninggal Akibat TBC

JawaPos.com – Kasus kematian ratusan petugas KPPS terus diikuti kabar hoax. Salah satunya berupa informasi temuan zat kimia C11H26NO2PS di jenazah Sita Fitriati, anggota...

Munculkan Kesan Misterius dan Macho

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sulap motor tua menjadi lebih garang dan kece. Itulah yang dilakukan Catra Bintang, owner Fuctory Brother, saat mengubah Kawasaki Binter Merzy...

LIPI Ajari Petani Bikin Pupuk Organik

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Sekitar 100  petani Desa Ngropoh Kranggan dan beberapa kelompok tani di wilayah Temanggung dilatih tim dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)...

Penemuan Uang Palsu Menurun

SEMARANG – Jumlah uang palsu yang ditemukan dan dilaporkan ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia se-Provinsi Jawa Tengah pada triwulan I tahun ini sebanyak 5.626...

Perdalam Ilmu via Youtube

KETEKUNAN adalah kunci keberhasilan. Itulah yang dilakukan oleh Rino Sundowo, 28, senior baker di LaKana (LL) Bakery, Gendongan, Salatiga. Dari awal, ia hanya belajar...

Koramil 01 Demak Bersihkan Enceng Gondok

DEMAK- Koramil 01 Demak Kota bersama masyarakat, Kamis (2/2) kemarin, membersihakan tanaman enceng gondok yang memenuhi aliran sungai Tuntang Lama di Dukuh Tlatar, Kelurahan...