Pengembang Mengerem Pembangunan

454
MASIH LESU : Pengunjung mengamati maket perumahan di ajang Property Expo di sebuah mal. Penjualan rumah masih lesu akibat daya beli masyarakat belum membaik (Nurchamim/jawa pos radar semarang).
MASIH LESU : Pengunjung mengamati maket perumahan di ajang Property Expo di sebuah mal. Penjualan rumah masih lesu akibat daya beli masyarakat belum membaik (Nurchamim/jawa pos radar semarang).

SEMARANG – Pengembang perumahan khususnya kelas menengah dan keatas mengerem pembangunan. Hal ini seiring dengan belum stabilnya daya beli masyarakat.

Wakil Ketua Bidang Pertanahan DPD REI Jateng Wibowo Tedjosukmono mengatakan, sejak awal tahun hingga pertengahan September, penjualan rumah cukup fluktuatif. Hal tersebut terlihat dari beberapa pameran yang telah digelar.

Pada awal tahun hasil penjualan pada pameran cukup rendah, kemudian membaik di pertengahan tahun. Ini terlihat dari hasil penjualan di dua pameran yang mencapai 54 dan 60 unit rumah. Namun, pada Property Expo yang digelar pada 13 – 24 September di Mal Paragon, penjualan kembali merosot.

“Penjualan hanya mencapai 29 unit dari target 70 unit. Lesunya penjualan terasa tidak hanya di pameran. Biasanya para calon pembeli ini ada yang menindaklanjuti dengan datang ke lokasi, tapi sejauh ini masih belum terasa,” ujarnya disela penutupan pameran, kemarin.

Menurutnya, pasar properti yang kurang menggairahkan ini disebabkan oleh daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya membaik. Karena berbagai kemudahan sudah banyak diberikan, baik melalui kebijakan pemerintah maupun dari sisi promo pengembang.

“Kebijakan pemerintah sudah cukup mendukung, suku bunga KPR saat ini juga sangat rendah yakni 6,75 fix satu tahun, yang merupakan bunga terendah sepanjang sejarah. Namun kenyataannya belum mampu mendongkrak daya beli,” ujarnya.

Terkait dengan kondisi ini lanjutnya, banyak pengembang perumahan memilih untuk menahan diri melakukan pembangunan rumah. Ia berharap, dalam dua bulan yakni Oktober dan November penjualan bisa membaik. “Harapan kami untuk tahun ini ya di dua bulan tersebut, karena berdasarkan tahun-tahun sebelumnya, pada bulan Desember biasanya masyarakat tidak membeli rumah,” ujarnya. (dna/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here