33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Pasoepati Football Academy Pastikan Juara Liga KU-15

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

SEMARANG – Tim asal Sukoharjo, Pasoepati Football Academy (FA) memastikan diri menjadi juara Liga Kelompok Umur 15 tahun (KU-15) putaran Jawa Tengah setelah mengalahkan Persis Solo U-15 lewat adu penalti dengan skor 4-1, Minggu (24/9) petang.

Skuad asuhan Dwi Joko sebelumnya bermain imbang 0-0 di waktu normal melawan Laskar Sambernyawa Muda dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Merdeka, Sukoharjo. Kemenangan ini mengantarkan Pasoepati FA menjadi satu-satunya tim wakil Jateng di Liga KU-15 putaran nasional yang akan digelar 8-20 Oktober mendatang di Jateng-DI Jogyakarta.

”Kami sangat senang bisa menjuarai event super ketat dalam kompetisi yang digelar Asprov PSSI Jateng selama dua bulan terakhir ini. Menjadi juara di KU-15 ini kebanggaan karena lawan-lawan kami adalah tim terbaik dari daerah-daerah di Jateng,” kata Pelatih Pasoepati FA, Dwi Joko usai laga.

Ya, KU-15 Jateng digelar sejak 20 Agustus lalu dengan diawali penyisihan grup hingga semifinal yang menggunakan sistem kandang dan tandang. Hanya final yang digelar dengan format single match yang dimainakan di kandang tim yang menjadi semifinalis terbaik. Menurut Dwi Joko format seperti ini menjadikan turnamen berkualitas dan memunculkan pemain yang potensial.

Di pertandingan final Pasoepati FA juga masih kesulitan dalam membobol gawang lawan meski banyak menciptakan peluang. Peluang terbaik didapat striker mereka tapi membentur mistar gawang.

Sementara Persis U-15 tampil dengan mengandalkan serangan balik. Satu peluang mereka juga membahayakan gawang Pasopati FA di menit-menit akhir pertandingan. Sayang gol yang dicetak pemain depan Persis U-15 memanfaatkan bola muntah, dianulir wasit karena terlebih dulu terperangkap offside.

”Dengan kemenangan ini kami juga akan fokus melakukan pembenahan, sehingga bisa berbicara banyak di event nasional. Dalam hal kerja sama tim dan mental pemain akan kami lakukan peningkatan dalam sisa waktu yang ada,” imbuh Dwi Joko.

Sementara itu, Ketua Asprov PSSI Jateng, Johar Lin Eng berharap Pasopati FA bisa mempersiapkan diri secara maksimal untuk berlaga di event nasional. Kerja keras diperlukan sebab lawan-lawan mereka nanti adalah 33 tim terbaik dari daerah lain.

”Waktu cukup singkat bagi Pasopati FA menyiapkan diri ke putaran nasional. Kesempatan ini harus dimaksimalkan dan butuh perjuangan yang cukup berat. Jika mereka berhasil tentu menjadi kebanggaan Jateng dan memperlihatkan mereka benar-benar tim yang berkualitas,” kata Johar.

Pria yang juga anggota Exco PSSI pusat tersebut menambahkan ajang kompetisi usia muda saat ini sangat menggairahkan di berbagai daerah. Tidak hanya Liga KU-15 tapi juga ajang lain seperti Piala Menpora dan Piala Soeratin.

”Dalam beberapa periode ada banyak turnamen SSB dan akademi. Ke depan ajang seperti ini akan  menjadi bahan pekerjaan rumah PSSI Jateng dan secara nasional. Ke depan PSSI ingin menaungi SSB dan akademi di dalam statuta, agar kompetisi lebih baik lagi,” tandas Johar. (bas/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

KONI Kota Pekalongan Optimis Kirim 100 Atlet

PEKALONGAN - Sebanyak 15 cabang olahraga (cabor) dari KONI Kota Pekalongan sudah memastikan lolos untuk mengikuti Porprov 2018 yang akan digelar di Solo, Oktober...

Gagas Kurikulum Honda Safety Culture School

SEMARANG – Belasan guru dari 10 SMK di Jateng berkumpul di kantor Astra Motor Jateng untuk menyusun kurikulum budaya keselamatan berkendara. Para guru ini...

Ajak 30 Anak Panti Asuhan Bergembira

SEMARANG - Senyum gembira terlihat dari 30 anak yatim piatu, siang kemarin. Ya, mereka mendapatkan hadiah Lebaran berupa baju baru dari Hotel Ciputra Semarang...

Pak Haji Masih Bertaji

M RIDWAN benar-benar jadi pembeda. Meski usianya akan menginjak 37 tahun bulan Juli nanti, pesona pemain bergelar haji ini tidak luntur. Bahkan, skill pemain...

Instansi Pemkot Diminta Hemat Energi dan Air

MAGELANG – Pemkot Magelang terus mengkampanyekan hemat energi dan air ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada. Salah satu cara untuk menyosialisasikan komitmen...

Tetap Antar Ibu ke Kelenteng

”Ibu sangat menghargai apa yang saya yakini. Bahkan seringkali saya mengantarkan ibu untuk beribadah di kelenteng.” Eko Heru Nur Fathoni EKO Heru Nur Fathoni atau...