Foto Tim
Foto Tim

SEMARANG – Tim asal Sukoharjo, Pasoepati Football Academy (FA) memastikan diri menjadi juara Liga Kelompok Umur 15 tahun (KU-15) putaran Jawa Tengah setelah mengalahkan Persis Solo U-15 lewat adu penalti dengan skor 4-1, Minggu (24/9) petang.

Skuad asuhan Dwi Joko sebelumnya bermain imbang 0-0 di waktu normal melawan Laskar Sambernyawa Muda dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Merdeka, Sukoharjo. Kemenangan ini mengantarkan Pasoepati FA menjadi satu-satunya tim wakil Jateng di Liga KU-15 putaran nasional yang akan digelar 8-20 Oktober mendatang di Jateng-DI Jogyakarta.

”Kami sangat senang bisa menjuarai event super ketat dalam kompetisi yang digelar Asprov PSSI Jateng selama dua bulan terakhir ini. Menjadi juara di KU-15 ini kebanggaan karena lawan-lawan kami adalah tim terbaik dari daerah-daerah di Jateng,” kata Pelatih Pasoepati FA, Dwi Joko usai laga.

Ya, KU-15 Jateng digelar sejak 20 Agustus lalu dengan diawali penyisihan grup hingga semifinal yang menggunakan sistem kandang dan tandang. Hanya final yang digelar dengan format single match yang dimainakan di kandang tim yang menjadi semifinalis terbaik. Menurut Dwi Joko format seperti ini menjadikan turnamen berkualitas dan memunculkan pemain yang potensial.

Di pertandingan final Pasoepati FA juga masih kesulitan dalam membobol gawang lawan meski banyak menciptakan peluang. Peluang terbaik didapat striker mereka tapi membentur mistar gawang.

Sementara Persis U-15 tampil dengan mengandalkan serangan balik. Satu peluang mereka juga membahayakan gawang Pasopati FA di menit-menit akhir pertandingan. Sayang gol yang dicetak pemain depan Persis U-15 memanfaatkan bola muntah, dianulir wasit karena terlebih dulu terperangkap offside.

”Dengan kemenangan ini kami juga akan fokus melakukan pembenahan, sehingga bisa berbicara banyak di event nasional. Dalam hal kerja sama tim dan mental pemain akan kami lakukan peningkatan dalam sisa waktu yang ada,” imbuh Dwi Joko.

Sementara itu, Ketua Asprov PSSI Jateng, Johar Lin Eng berharap Pasopati FA bisa mempersiapkan diri secara maksimal untuk berlaga di event nasional. Kerja keras diperlukan sebab lawan-lawan mereka nanti adalah 33 tim terbaik dari daerah lain.

”Waktu cukup singkat bagi Pasopati FA menyiapkan diri ke putaran nasional. Kesempatan ini harus dimaksimalkan dan butuh perjuangan yang cukup berat. Jika mereka berhasil tentu menjadi kebanggaan Jateng dan memperlihatkan mereka benar-benar tim yang berkualitas,” kata Johar.

Pria yang juga anggota Exco PSSI pusat tersebut menambahkan ajang kompetisi usia muda saat ini sangat menggairahkan di berbagai daerah. Tidak hanya Liga KU-15 tapi juga ajang lain seperti Piala Menpora dan Piala Soeratin.

”Dalam beberapa periode ada banyak turnamen SSB dan akademi. Ke depan ajang seperti ini akan  menjadi bahan pekerjaan rumah PSSI Jateng dan secara nasional. Ke depan PSSI ingin menaungi SSB dan akademi di dalam statuta, agar kompetisi lebih baik lagi,” tandas Johar. (bas/zal)