TUA TUA KELADI: Kakek Suharmanto, 60, warga Kecamatan Boja saat digiring petugas utuk dibawa ke sel tahanan Polres Kendal atas tuduhan pencabulan terhadap anak dibawah umur, kemarin (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).
TUA TUA KELADI: Kakek Suharmanto, 60, warga Kecamatan Boja saat digiring petugas utuk dibawa ke sel tahanan Polres Kendal atas tuduhan pencabulan terhadap anak dibawah umur, kemarin (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KENDAL—Merasa kesepian karena ditinggal sang istri kerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia, seorang kakek berusia 60 tahun mencabuli, tetangganya sendiri yang masih dibawah umur. Orang tua korban yang tidak terima akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Kini Suharmanto, sang kakek, telah diamankan di Mapolres Kendal, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar menjelaskan, terungkapnya kasus pencabulan ini setelah GY, ayah korban melapor ke Polres Kendal. Kronologi kejadian bermula sekitar Februari lalu. Sekitar pukul 15.00 WIB, korban yang masih berusia 15 tahun datang ke rumah Suharmanto untuk main bersama anak-anak pelaku.

Namun saat itu rumah pelaku dalam keadaan sepi, karena anak-anak belum pulang sekolah. Saat itulah pelaku langsung mengajak korban masuk ke dalam kamarnya. Suharmanto selanjutnya mencabuli dan menyetubuhi korban. “Setelah itu korban kembali ke rumahnya,” kata Aris, kemarin (25/9).

Paska kejadian tersebut, ibu korban SL mendapati uang sebanyak Rp 150 ribu  di dalam tas sekolah korban. Lantaran merasa curiga asal uang, SL menanyakan  kepada PNH dari mana uang tersebut. “Saat itulah korban bercerita kepada ibunya, jika uang terebut diperoleh dari Suharmanto tetangganya,” tuturnya.

Korban mengaku kerap diberi uang Suharmanto karena sering dicabuli dan disetubuhi. Bahkan setelah dicabuli, pelaku selalu memberikan sejumlah uang kepada korban. “Menurut pengakuan korban, korban kerap disetubuhi sudah sejak 2014 silam,” jelasnya.

Akibat kejadian, orang tua korban yang tidak teria melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kendal.
Pelaku menjerat tersangka dengan pasal 81 ayat 1 dan 2 dan atau pasal 82 ayat 1 Undang-undang (UU) RI 17/2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI 01/2017 tentang perubahan kedua atas UU RI 23/2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang.  Yakni dengan tuduhan melakukan ancaman, kekerasan serangkaian kebohongan, membujuk atau memaksa anak di bawah umur untuk melakukan persetubuhan dan atau pencabulan. “Ancaman pidana maksial 15 tahun penjara,” tambahnya.

Sementara Suharmanto, mengaku, melakukan pencabulan lantaran merasa kesepian karena sudah bertahun-tahun ditinggal istrinya bekerja sebagai TKW di Malaysia. Seingatnya, ia sudah melakukan persetubuhan sebanyak tujuh kali.

“Saya tidak pernah memaksa atau mengancam, korban yang datang ke rumah saya. Saya memang memberikan uang, karena korban memang sering minta uang kepada saya.  Tapi saya menyesal karena telah melakukan perbuatan hina itu,” akunya. (bud/zal)