Industri Elektronik Diprediksi Tumbuh 5 Persen

Home Tech ke 35 Kembali Digelar

Tematik : Pameran HomeTech yang digelar Global Elektronik selalu dibanjiri pengunjung yang ingin membeli produk elektronik terbaru (istimewa).
Tematik : Pameran HomeTech yang digelar Global Elektronik selalu dibanjiri pengunjung yang ingin membeli produk elektronik terbaru (istimewa).

SEMARANG – Di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih, industri elektronik tetap optimistis. Pada semester II tahun perdagangan elektronik di Indonesia diprediksi tumbuh 5 persen. Apalagi hadirnya pameran  terbesar IFA-Internationale Fungkausstellung di Berlin, Jerman awal bulan ini, pebisnis global antusias menikmati “inovasi tiada henti” dari Samsung Electronics.

Di pameran IFA Samsung, raksasa asal Korea menampilkan berbagai produk unggulan seperti  TV Frame, TV QLED, Galaxy Note8, lemari es internet, mesin cuci 100 persen kering, AC kesehatan, vacuum cleaner robot dan kitchen appliances dengan spesifikasi dan fitur terbaru.  Produk-produk Samsung Electronics rencana akan dipamerkan di pameran perdagangan perangkat elektronik dan ponsel pintar (smartphone) HomeTech 2017.

Pameran tematik yang ke-35 kalinya akan berlangsung di area parkir dan di showroom Jalan Pandanaran. Pameran akbar akan berlangsung mulai 27 September – 22 Oktober 2017. Pameran ini  diikuti merek Samsung, Sharp, Panasonic, TCL, AC Daikin, ChangHong, Midea, Electrolux, ForbesLux dan Oppo.

Managing Director Super Store Global Elektronik Gouw Andy Siswanto mengatakan pameran kali ini tampil beda. Di pameran kali ini lebih banyak meluncurkan produk baru dengan penawaran menarik.

“Pebisnis global lebih fokus ke pasar Asia dan Indonesia. Para praktisi bisnis bergembira dengan bisnis mereka yang sangat menguntungkan. Seperti yang diberitakan media internasional di area pameran IFA Berlin, sepertiga bisnisnya akan ada di Asia dalam lima tahun ke depan,” tambah Andy didampingi Branch Manager AV, PT Samsung Electronics Indonesia (SEIN), Rizal Trisgiyanto.

Industri elektronik mengandalkan pasar domestik dan ekspor. Pasar domestik diperkirakan akan tumbuh 5 persen di semester II-2017. Sehingga sampai akhir 2017 elektronik akan tumbuh 10 persen. Apalagi produk TV, audio video, digital home appliances, white goods, kitchen appliances, small appliances dan ponsel harganya sekarang lebih terjangkau dan stabil.

Selama awal semester II-2017 Global Elektronik bahkan berhasil meningkatkan penjualan 8 persen dibandingkan tahun lalu. Penjualan diatas rata-rata pertumbuhan nasional, kendati daya beli nasional belum pulih. “Kami tetap bisa tumbuh, karena  segmen premium menjadi sasaran utama. Pasar premium tidak tergerus oleh kondisi ekonomi ,” tutur  Andy..

Keberhasilan Global Elektronik melejitkan penjualan, tambah Andy, karena pihaknya menguasai penjualan ritel, jaringan penjualan tersebar di  5 toko di Kota Semarang. Global Elektronik juga  aktif menggelar berbagai aktifitas promo secara konsisten, sehingga  pihaknya relatif tidak terkena dampak daya beli. Selain itu, produk premium Samsung sekarang malah yang banyak diincar pelanggan karena harganya lebih terjangkau. (tya/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here