Gali Karakteristik Usaha di Jateng

311

SEMARANG – Data Sensus Ekonomi lanjutan yang dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dari 253.945 usaha di Jawa Tengah hampir lengkap. Data ini ke depan akan dimanfaatkan untuk mengetahui profil dan karakteristik usaha di Jawa Tengah dengan lebih detail.

“Proses pengumpulan data sudah mencapai 80 persen. Hingga akhir tahun akan kami olah dan Januari tahun depan sudah siap dikemas dan disajikan ke masyarakat,” ujar Kepala BPS Jawa Tengah, Margo Yuwono, kemarin.

Proses pengumpulan sendiri menurutnya tidak terdapat kendala yang berarti. Hanya saja ada sebagian kecil usaha menengah yang sedikit sulit memberikan data. Baik karena adanya ketakutan terkait pajak maupun wewenang pemberian data yang harus satu pintu dari pusat.

“Terkadang jadwal ketemu antara pemberi data dan petugas tidak cocok. Saat petugas datang ternyata yang berwenang memberikan data tidak di tempat. Sebagian kecil juga ada yang berkelit karena mungkin sebagian beranggapan petugas sensus berkaitan dengan pajak,” ujarnya.

Namun demikian lanjutnya, kerahasiaan data para pelaku usaha ini dijamin oleh Undang-undang bahwa tidak akan dipublikasikan secara individu. Selain itu, pelaku usaha juga kini bisa memasukan data secara online, apabila ada ketakutan petugas akan membocorkan rahasia.

“Tapi kalau untuk usaha mikro kecil, sebagian besar tidak ada kendala dalam pengumpulan data. Karena mereka sendiri juga menyadari sangat membutuhkan data-data tersebut untuk kemajuan usaha dan mendorong pemerintah dalam membuat kebijakan-kebijakan yang dapat mendorong pertumbuhan usaha mereka,” ujarnya.

Setelah semua data terkumpul yang diperkirakan dalam waktu dekat ini, pihaknya akan mempelajari profil, karakteristik usaha, kendala, konsep, sumber daya manusia, bahan baku serta neraca keuangan usaha-usaha di Jawa Tengah.

“Data-data yang telah diolah dan dikemas ini akan sangat berguna untuk menentukan langkah-langkah yang akan diambil oleh pemerintah dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro kecil dan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya. (dna/ric)