Dipancing Lewat FB, Pencuri PS Ditangkap

465
GELAR PERKARA : Para pelaku pencurian PS yang berhasil dibekuk aparat Polsek Mojotengah (IST).
GELAR PERKARA : Para pelaku pencurian PS yang berhasil dibekuk aparat Polsek Mojotengah (IST).

WONOSOBO – Polsek Mojotengah berhasil menangkap 2 pelaku pencurian. Tersangka yang sempat buron, berhasil ditangkap gara-gara media sosial.

SRN, 26, dan HRY, 26, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah sempat buron. Keduanya terlibat kasus pencurian mesin playstation (PS) yang dilaporkan Salimun, warga Dero Ngisor Kecamatan Mojotengah pada 13 Agustus 2017 lalu.

Pencurian tersebut berawal ketika tersangka HRY bermain PS di rentalan milik korban hingga kios tutup. HRY yang telah menyusun rencana pencurian berpura-pura membantu korban mematikan lampu, mesin PS dan menutup jendela kios. Tidak merasa aneh, korban yang berjaga di kasir justru berterima kasih atas bantuan HRY tersebut.

Tanpa diketahui korban, ternyata HRY sengaja melepas kunci jendela agar dapat dibuka dari luar. Setelah dirasa aman, HRY mengajak rekannya, SRN, masuk lewat jendela yang tidak terkunci tersebut. Dalam aksi ini, keduanya berhasil membawa kabur 3 mesin PS.

Korban yang baru menyadari aksi pencurian tersebut, esok paginya langsung melapor ke Polsek Mojotengah. Setelah dimintai keterangan oleh Unit Reskrim Polsek Mojotengah, didapat informasi terkait penyewa terakhir. HRY kemudian dimintai keterangan sebagai saksi. Saat diperiksa, kecurigaan polisi mengarah pada HRY, tapi yang bersangkutan mengelak. Namun unit reskrim Polsek Mojotengah tak kehabisan akal untuk memancing tersangka.

Kanit Reskrim Polsek Mojotengah Bripka Anang Giyan menuturkan, tersangka SRN dipancing melalui media sosial facebook dengan menggunakan akun palsu atas nama tersangka HRY. “Setelah membuat akun atas nama HRY, kemudian kami menghubungi SRN lewat messenger. Saat kami tanyakan kabar, tersangka SRN langsung membahas penjualan 3 buah Playstation,” jelas Anang.

Dari percakapan tersebut diketahui bahwa SRN yang kabur lebih dari 1 bulan, bekerja di daerah Sumowono Kabupaten Semarang. Kedua tersangka akhirnya dapat dibekuk dan diamankan.

“Kecanggihan media sosial saat ini memang harus disikapi dan dimanfaatkan dengan benar, salah satu contohnya untuk hal-hal semacam ini,” tutur Kapolsek Mojotengah AKP Ismanta.

Akibat kejadian tersebut kerugian yang diderita korban mencapai Rp 12.000.000. Kedua tersangka dijerat pasal 363 ayat (1) ke 3, 4, dan 5 dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. (ali/ton)