NYADRAN : Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat mengikuti acara nyadran atau sedekah laut di TPI Wonokerto, kemarin (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang).
NYADRAN : Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat mengikuti acara nyadran atau sedekah laut di TPI Wonokerto, kemarin (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang).

KAJEN – Guna meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan nelayan yang ada di Kecamatan Wononerto, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Senin (25/9) mengikutsertakan 10 ribu nelayan dalam program Asuransi Perlindungan Nelayan yang dibiayai pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan Bupati Asip ketika membuka acara sedekah laut atau nyadran yang diadakan nelayan Kecamatan Wonokerto. Dia mengungkapkan saat ini Pemkab Pekalongan tengah melakukan validasi program asuransi perlindungan kepada 2.000 dari 10 ribu nelayan yang tercatat pada Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pekalongan.

Menurutnya dalam tahun 2017 ini,  sebanyak 10 ribu nelayan akan diikutkan dalam program Asuransi Perlindungam Nelayan yang preminya sebesar Rp 200 ribu dibiayai oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi yang dibayarkan kepada Jasindo.

“Dengan ikut asuransi ini, nelayan yang mengalami musibah dan meninggal di laut akan mendapatkan santunan sebesar Rp 200 juta, dan mendapatkam santunan Rp 140 juta jika meninggal dunia di darat. Untuk itu nelayan yang belum ikut asuransi, segera ke TPI untuk mendaftar atau ke Dinas Perikanan,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan sepinya transaksi penjualan ikan di TPI Wonokerto karena adanya jalan rusak yang menuju TPI Wonokerto.Sehingga pedagang ikan enggan datang ke TPI. Untuk itu pihaknya akan memperbaiki jalan rusak tersebut, serta memperbaiki infrastruktur lainnya untuk mendongkak penjualan ikan di TPI Wonokerto. “Dalam bulan Oktober tahun ini, perbaikan jalan rusak selesai, dan TPI akan kembali ramai,sedangkan tahun 2018 mendatang Pemda akan melakukan revitalisasi terhadap TPI Wonokerto sehingga menjadi salah satu TPI terbaik yang ada di Jawa Tengah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Indonesia Kabupaten Pekalongan, Wiranto menjelaskan sedekah laut atau nyadran adalah bentuk rasa syukur yang dilakukan nelayan dalam setahun sekali, serta berharap adanya keberkahan pada tahun depan dalam menangkap ikan.

Menurutnya dalam setahum terakhir pendapatan nelayan turun jjka dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan adanya jalan rusak yang menuju TPI. “Kami harap adanya perbaikan jalan menuju TPI untuk segera selesai, sehingga TPI Wonokerto kembali ramai seperti dulu” jelasnya. (thd/ric)