Singkirkan Tengkulak, Tingkatkan Nilai Tawar Petani

345
REBUTAN GUNUNGAN : Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman ikut berebut gunungan yang berisi hasil panen setelah meluncurkan e-commerce Regopantes, kemarin (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG).
REBUTAN GUNUNGAN : Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman ikut berebut gunungan yang berisi hasil panen setelah meluncurkan e-commerce Regopantes, kemarin (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Pemprov Jateng resmi meluncurkan aplikasi regopantes.com. Layanan berbasis e-commerce itu digadang-gadang mampu meringkas rantai distribusi produk pertanian agar konsumen bisa mendapatkan harga murah. Petani pun bisa menjual hasil panen mereka lebih tinggi ketimbang harga yang ditawarkan tengkulak.

CEO Regopantes, Wim Prihanto mengklaim aplikasi tersebut mampu menjadi solusi perdagangan online produk pertanian langsung dari petani ke konsumen tanpa lewat tengkulak. Dengan begitu, kesejahteraan petani bisa meningkat karena panjangnya mata rantai penjualan produk pertanian yang berakibat harga rendah di tingkat petani namun tinggi di tangan konsumen akan terputus dengan sendirinya.

“Jadi latar belakangnya petani bisa mendapatkan harga pantas saja. Selain pantas untuk petani juga pantas untuk pembeli,” ucapnya saat peluncuran Regopantes yang bertepatan dengan Hari Tani Nasional 2017 di pelataran kantor Gubernur Jateng, kemarin.

Dijelaskan, banyak kemudahan yang didapat dari aplikasi RegoPantes. Petani bisa mem posting hasil tani yang dijualnya lewat aplikasi Regopantes. Penawaran itu bisa dibeli konsumen lewat situs regopantes.com. Nantinya, barang akan dikirim lewat ekspedisi yang telah dipilih untuk diantar sampai rumah konsumen. “Dalam ujicoba beberapa waktu lalu, konsumen paling banyak ada di Jakarta karena di sana harga produk pertanian relatif lebih mahal dari Jateng,” bebernya.

Peluncuran Regopantes kemarin dilakukan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Arman pun mengapresiasi terobosan Jateng menyiapkan e-commerce untuk menyejahterakan petani tersebut. Dia pun ingin pemanfaatan teknologi penjualan hasil pertanian itu diangkat untuk jadi percontohan nasional.

Menurutnya, daya beli rendah di tingkat petani menjadi masalah besar yang harus dipecahkan. “Karena ini yang bisa mensejahterakan petani, Regopantes perlu diangkat dan diintegrasikan secara nasional. Sehingga petani sejahtera, pedagang untung, pembeli tersenyum. Kalau BRI belum cukup, kami siap menambahkan,” paparnya. (amh/ric)