Rumah Pengusaha Bakpao Terbakar

382
OLAH TKP : Tim dari Polres Magelang Kota sedang melakukan identifikasi olah tempat kejadian perkara rumah milik Rajimin, 60, warga Tejosari, Magersari, Magelang Selatan yang terbakar habis pada Sabtu (23/9) sore, pukul 15.15 (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU).
OLAH TKP : Tim dari Polres Magelang Kota sedang melakukan identifikasi olah tempat kejadian perkara rumah milik Rajimin, 60, warga Tejosari, Magersari, Magelang Selatan yang terbakar habis pada Sabtu (23/9) sore, pukul 15.15 (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU).

MAGELANG–Rumah milik Rajimin, 60, pengusaha bakpao warga RT 08/RW 06 Kampung Tejosari, Kelurahan Magersari Magelang Selatan, Kota Magelang, Sabtu (23/9), pukul 15.15, ludes terbakar. Penyebabnya, diduga kompor gas berisi campuran solar dan bensin meledak. Rajimin dilarikan ke RSUD karena menderita luka bakar.

Saksi mata kejadian, Agung, 35, tetangga korban, menuturkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 15.15. Sore itu, Rajimin sedang bersiap memasak bakpao di depan rumah. Korban mulai menyalakan kompor gas berbahan baku campuran solar dan bensin. Sebelum kebakaran, kata Agung, Rajimin pernah mengeluh karena gas 3 kg sekarang sulit didapat. Karena itu, ia mencoba memasak menggunakan gas elpiji dicampur bensin dan solar.

Di dalam rumah, anak dan karyawan korban sedang menyiapkan adonan bakpao. “Tiba-tiba saya mendengar suara ledakan dan pas keluar, saya melihat bagian depan rumah Pak Rajimin sudah terbakar,” jelas Agung.

Melihat itu, saksi berteriak meminta tolong. Ia memanggil-manggil warga untuk membantu memadamkan api. Sore itu, angin yang berhembus cukup kencang, membuat si jago merah cepat menyambar bagian dalam rumah. Dua anak Rajimin dan dua karyawan pengusaha bakpao itu pun menyelamatkan diri, keluar dari dalam rumah. “Api merembet sangat cepat hingga membakar ke dalam rumah.”

Dwi Handayani, 25, putri Rajimin menuturkan, sebelum terjadi kebakaran, bapaknya tengah memasak bakpao menggunakan kompor berbahan baku campuran solar dan bensin. “Baru kali ini Bapak menggunakan kompor yang bahan bakarnya campur solar dan bensin. Biasanya pakai kompor gas. Tapi sekarang gasnya sedang sulit didapat,” kata Dwi di lokasi kejadian.

Dwi mengaku tidak tahu persis bagaimana rumahnya bisa terbakar. Ia hanya melihat api sudah membesar dan membakar ruangan dapur. Melihat api membesar, ia dan Samsul, 35, sang kakak, berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.

“Ternyata, api tidak bisa padam. Kami berteriak meminta tolong warga kampung untuk membantu. Lalu, ada tetangga yang melapor ke pemadam kebakaran dan polisi. Tidak lama, petugas Damkar dan polisi datang membantu padamkan api,” kata Dwi.

Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo yang melakukan peninjauan langsung menjelaskan, ada 7 unit mobil Damkar (5 unit dari Kota Magelang dan 2 unit dari Kabupaten Magelang) diterjunkan ke lokasi kejadian. Petugas Damkar dibantu polisi dan masyarakat.

Sekitar 30 menit kemudian, api berhasil dipadamkan. Hari menegaskan, pihaknya langsung melakukan olah TKP untuk penyelidikan lebih lanjut. “Korban Bapak Rajimin, dilarikan ke RSUD Tidar karena mengalami luka bakar 60 persen.” Yang bersangkutan mengalami luka bakar di bagian kaki, tangan, dan sebagian badan atas melepuh.

Korban juga menderita kerugian material yang total nilainya belum bisa ditaksir. Selain rumah dan perabot masak yang terbakar, dua unit motor Kawasaki Ninja serta Suzuki Shogun juga ikut diamuk si jago merah. “Untuk faktor penyebab kebakaran, masih kami selidiki lebih lanjut. Meski dugaan sementara, kebakaran kemungkinan akibat tabung kompor yang meledak.” (cr3/isk)