SISIR: Petugas dari Polsek Ambarawa saat melakukan razia jajan anak pada pedagang yang lokasinya tidak jauh dari sekolah di Kecamatan Ambarawa (POLSEK AMBARAWA FOR JAWA POS RADAR SEMARANG).
SISIR: Petugas dari Polsek Ambarawa saat melakukan razia jajan anak pada pedagang yang lokasinya tidak jauh dari sekolah di Kecamatan Ambarawa (POLSEK AMBARAWA FOR JAWA POS RADAR SEMARANG).

UNGARAN – Santernya kabar tentang peredaran narkoba dalam kemasan permen susu dengan sasaran anak sekolah, langsung ditanggapi pihak kepolisian. Petugas Polsek Ambarawa langsung menggelar razia pedagang jajanan yang lokasinya berdekatan dengan sekolah, Sabtu (23/9).

Kapolsek Ambarawa AKP Mustanto mengatakan, dari razia tersebut, tidak ditemukan permen yang dimaksud. “Belum kita temukan barang tersebut. Setelah kami lakukan pengecekan hasil sampai saat ini juga masih nihil,” kata Mustanto, Minggu (24/9).

Razia tersebut dilakukan karena saat ini marak beredar di media sosial terkait kabar peredaran narkoba dalam kemasan permen susu dengan sasaran anak-anak sekolah dasar di Ambarawa. Dikatakan Mustanto, beberapa hari terakhir kabar mengenai permen mengandung PCC di Ambarawa menjadi viral melalui whatsApp dengan redaksional yang berbeda-beda. Namun dari sejumlah pesan ini terdapat kesamaan.

Polisi juga sudah berkoordinasi dengan UPTD Pendidikan Kecamatan Ambarawa dan RSUD Ambarawa untuk menelusuri data korban seperti yang tercantum dalam pesan berantai tersebut. Ternyata tak ada nama siswa seperti yang tercantum. “Data korban permen susu di RSUD Ambarawa juga nihil. Hoax itu,” katanya.

Selain melakukan razia jajanan yang diduga mengandung narkoba, petugas Polsek Ambarawa juga memberikan edukasi kepada para pedagang yang didatangi. Petugas meminta pedagang supaya tidak menjual jajanan anak-anak yang mengandung zat adiktif.

Terpisah, Direktur RSUD Ambarawa Rini juga membantah adanya kabar bahwa terdapat pasien anak-anak SD yang mengonsumsi permen susu yang mengandung PCC tengah dirawat di RSUD Ambarawa. “Sampai saat ini tidak ada korban PCC di RS Ambarawa,” kata Rini. (ewb/ton)