Pedagang Sapuran Mulai Pindahan 

573
SEGERA DIBONGKAR: Sejumlah pedagang Pasar Sapuran mencari barang-barang yang masih bisa dimanfaatkan pada bangunan pasar lama yang sudah dikosongkan (Ahmad zainudin/jawa pos radar kedu).
SEGERA DIBONGKAR: Sejumlah pedagang Pasar Sapuran mencari barang-barang yang masih bisa dimanfaatkan pada bangunan pasar lama yang sudah dikosongkan (Ahmad zainudin/jawa pos radar kedu).

WONOSOBO – Pasar Tradisional Sapuran akan segera dibangun. Terhitung mulai Minggu (24/9), pasar tradisional yang menjadi pusat jual beli 3  di Kecamatan Kepil, Sapuran, Kalibawang tersebut harus sudah dikosongkan. Para pedagang pindah ke pasar sementara bertempat di pabrik Mekar Abadi 4, Desa Koplak Sapuran yang berjarak sekitar 800 meter dari pasar lama.

Sejak Sabtu, (23/9), kios-kios sudah dikosongkan oleh pemiliknya. Bagian pasar yang akan dibangun hanya di sisi timur. Sedangkan kios-kios di bagian barat terminal masih berjualan seperti biasanya. Pembangunan akan berlangsung selama sekitar setahun. Pasar akan dibuat bertingkat.

Namun di pasar sementara tersebut banyak pedagang yang mengeluh. Konon, jatah lahan untuk jualan lebih sempit. Setiap kios hanya berukuram 1,5 meter x 1,5 meter. “Kalau sepi sih, kami yakin enggak. Cuma ya itu, terlalu sempit menurut saya,” jelas salah seorang pedagang, Wahidin. .

Diakui, pasar lama memang sudah tidak layak untuk berjualan. Atapnya banyak yang bocor, sistem drainasenya buruk sehingga membuat kesan kumuh

Pedagang lain, Tamami, 56, menerangkan, pasar Sapuran merupakan pasar yang masih menerapkan hari pasaran. Pasar Sapuran akan ramai setiap hari pasaran Pahing dan Wage. “Dua hari itu, Pahing dan Wage. Beberapa kios tetap buka meski bukan hari pasaran. Biasanya untuk membeli kebutuhan yang mendesak,” terangnya. (cr2/ton)