Harus Lewati Final Berat

603
JATUH BANGUN: Hilbram dari PB Tugu Muda Semarang harus jatuh bangun saat menghadapi unggulan kedua asal PB USM Jaya, Ridhwan. Hilbram akhirnya mampu menang melalui rubber game (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
JATUH BANGUN: Hilbram dari PB Tugu Muda Semarang harus jatuh bangun saat menghadapi unggulan kedua asal PB USM Jaya, Ridhwan. Hilbram akhirnya mampu menang melalui rubber game (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG –  Pebulutangkis unggulan kedua asal PB USM Jaya, Ridhwan dipaksa main di rubber game setelah Hilbram Putra Al Maulana, pemain PB Tugumuda Semarang mampu membalik kedudukan di game kedua. Game pertama Hilbram tertinggal dari Ridhwan dengan skor 8-21.

Mengetahui lawannya lemah pada bola jauh, Hilbram mengubah strategi. Bola-bola belakang dia hadiahkan sehingga tak mampu diantisipasi dengan baik oleh Ridhwan. Alhasil, game kedua menjadi milik Hilbram dengan skor 21-13.

Jatuh bangun Hilbram di lapangan akhirnya mampu menyudahi pertandingan dengan kemenangannya 21-17 atas pemain unggulan kedua PB USM Jaya ini. Sebelumnya, skor kedua pemain ini sempat saling kejar hingga Hilbram mampu meninggalkan Ridhwan di angka 17.

Pelatih PB Tugu Muda, Rudy Darmawan mengatakan bahwa kemenangan ini bukanlah kemenangan yang sudah ia prediksi. Melihat kemampuan pebulutangkis USM Jaya dengan pola latihan yang ketat dan banyak, ia menargetkan anak didiknya sampai pada pertandingan final.”Tapi semangat juangnya sangat tinggi anak ini. Powernya luar biasa. Ini yang kita manfaatkan untuk memberikan bola-bola jauh,” ujar Rudy yang merasa kemenangan ini mengharukan.

Pelatih PB Tugu Muda ini menekankan untuk selalu main maksimal sehingga Hilbram mampu memenangi kelas usia dini putra madya Kejuaraan Bulutangkis USM Walikota Open ke 44 tahun 2017. (cr4/bas)