Gelar Kontes Modifikasi Motor

709
KREATIF: Motor-motor hasil modifikasi peserta pada ajang Moto Modification Contest (MMC) 2017 Jateng-DIY yang digelar FT UM Magelang (DOK).
KREATIF: Motor-motor hasil modifikasi peserta pada ajang Moto Modification Contest (MMC) 2017 Jateng-DIY yang digelar FT UM Magelang (DOK).

MUNGKID—Rangkaian Milad Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang masih terus berlangsung. Akhir pekan lalu, misalnya, berlangsung ajang Moto Modification Contest (MMC) 2017 Jateng-DIY.

Kegiatan tersebut digelar oleh Fakultas Teknik. “Kami berusaha untuk mengekplorasi kreativitas masyarakat, khsususnya generasi muda dan pelajar. Selain ajang pengembangan kompetensi dalam berkreasi, tujuan MMC untuk menumbuhkan jiwa enterpreneurship dalam dunia otomotif,” kata Oesman Raliby Al Manan, ST.,M.Eng, ketua panitia, Sabtu (23/9) lalu.

Kegiatan yang merupakan rangkaian milad ke-53 UM Magelang, mendapat respons positif dari para peserta. Mereka berasal dsri berbagai wilayah di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Seperti Pati, Temanggung, Pacitan, Pekalongan, dan Salatiga. Tercatat, ada 70 peserta mengikuti kegiatan yang digelar di lapangan basket kampus 2 UM Magelang. Menurut Oesman, ada enam kategori yang dipertandingkan dalam MMC kali ini. Yaitu, local street racing, local pure motion, open pure motion, open steer racing, fashion daily, dan clasic street racing novice. “Total hadiah yang diperebutkan senilai Rp 6,5 juta untuk enam kategori.”

Dikatakan, peserta juga mendapatkan piala dan piagam penghargaan. Selain juara pada enam kategori, panitia juga memiilih kategori the Best Hdrographic/Carbonetic. Kategori ini dimenangkan oleh Abdullah Amin. Sedangkan the 90th Street Racing Style yang dimenangkan Pefrek; the Ultimate Airbrushing dimenangkan oleh Morwast–Part Paint. Dan, the Best Engine Look dimenangkan oleh Abidin dari CB Anak Lanang.

Selain menggelar lomba, FT UM Magelang juga melakukan Grand Opening Unimma Autocare/ UM Magelang Autorized. Dalam acara itu, Rektor UM Magelang Ir. Eko Muh Widodo MT mengatakan, bengkel otomotif tersebut merupakan hasil dari hibah yang diperoleh dari skim Ipteks Bagi Inovasi dan Kreativitas Kampus (IbIKK). Skim itu sekarang bernama Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK). Yakni, dibiayai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Dikti tahun 2016 senilai total 600 juta. Tahun ini merupakan tahun kedua.

“Dana pendirian bengkel otomotif berasal dari dana multiyears sebesar Rp 600 juta ditambah uang pendamping dari universitas senilai Rp 40 juta.” Bagyo Condro Purnomo, M.Eng, salah satu dosen yang menyusun proposal PPUPIK mengatakan, bengkel otomotif tersebut diharapkan dapat menaikkan dana operasional mahasiswa (DOM) serta sebagai inkubator kompetensi dan entrepreneur mahasiswa. “Juga sebagai implementasi hasil riset dosen dan mahasiswa Prodi Mesin Otomotif UM Magelang.” (sct/vie/isk)