Borobudur Marathon Utamakan Kenyamanan Runners

Dibatasi 10 Ribu Peserta

416
Liem Chie An (istimewa).
Liem Chie An (istimewa).

SEMARANG – Yayasan Borobudur Marathon bekerjasama dengan Pemprov Jawa Tengah kembali menggelar lomba lari berlevel internasional, Borobudur Marathon 2017. Event tahunan yang digelar sejak 2012 ini akan dilangsungkan 19 November nanti di kawasan Candi Borobudur, Magelang.

Ketua Yayasan Borobudur Marathon, Liem Chie An, mengatakan Borobudur Marathon 2017 akan mengutamakan kualitas even ketimbang kuantitas peserta. Dijelaskan, setelah melakukan evaluasi penyelenggaraan Borobudur Marathon tahun lalu, pihaknya memutuskan untuk tidak lagi mengejar jumlah peserta tanpa mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan pelari. Meski menurutnya, jumlah peserta tetap akan sangat banyak atau massal yakni 10 ribu pelari.

Menurut pengusaha asli Magelang ini, peserta Borobudur Marathon 2016 lalu mencapai lebih dari 18 ribu runners, baik pelari lokal maupun internasional. Belasan ribu pelari tersebut terbagi dalam tujuh kategori lomba. “Tapi ternyata peserta merasa tidak nyaman, karena terlalu banyak kategori dan peserta. Karena itu tahun ini kategori lari hanya ada tiga. Lalu keseluruhan peserta kita batasi 10 ribu runners saja, baik lokal maupun internasional,” tegasnya, kemarin.

Tiga kategori lari yang dilombakan pada Borobudur Marathon 2017 adalah Full Marathon (42K), Half Marathon (21K) dan lari 10K. Tiga kategori tersebut dibagi lagi dalam subkategori yakni Full Marathon Open, Full Marathon Nasional, Half Marathon Open, Half Marathon Nasional, 10K Open, dan 10K Nasional. Dengan pembatasan kategori tersebut, panitia akan lebih fokus dan peserta diharapkan lebih nyaman mengikuti even.

Pendaftaran Borobudur Marathon 2017 telah dibuka secara online. Saat ini, jumlah pendaftar hampir mencapai 3.000 runners. Pihaknya optimistis kuota 10 ribu akan terpenuhi jauh hari sebelum penyelenggaraan even 19 November. “Pengalaman yang lalu, kalau hanya 10 ribu peserta, tidak sulit tercapai,” ujarnya. Ditambahkan, untuk pendaftaran peserta dikenai biaya Rp 200 ribu (10K), Rp 350 ribu (half marathon) dan Rp 500 ribu (full marathon).

Beberapa yang membedakan dengan even sebelumnya, tahun ini medali untuk finisher akan berbeda satu kategori dengan kategori lain. Kemudian lokasi start juga akan berbeda di tiap kategori, namun tetap di lokasi Taman Lumbini, Kompleks Candi Borobudur. “Saya ingin peserta nyaman dan terkesan setelah mengikuti even ini, tidak sekadar berlari dan mendapatkan hadiah atau medali,” jelasnya.

Liem Chie An juga menegaskan, selain ingin terus memopulerkan Candi Borobudur yang merupakan kebanggaan Indonesia dan warisan sejarah dunia, dirinya juga ingin Kota Magelang ini lebih hidup dan dikenal di dunia internasional. (ric)