Bangun Jaringan, Peka Terhadap Peluang

250
BAGI ILMU : Yogyo Susaptoyono menerima kenang-kenangan dari perwakilan PMII Magelang usai menjadi pembicara dalam pelatihan kader dasar PMII cabang Magelang kemarin (IST).
BAGI ILMU : Yogyo Susaptoyono menerima kenang-kenangan dari perwakilan PMII Magelang usai menjadi pembicara dalam pelatihan kader dasar PMII cabang Magelang kemarin (IST).

MAGELANG – Di zaman yang serba instan ini mahasiswa harus memiliki kompetensi lebih agar dapat merebut peluang kerja. Mahasiswa harus berkualitas. Sebab dengan memiliki kualitas mahasiswa akan memiliki bekal dalam pertarungan dunia kerja. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang Yogyo Susaptoyono ketika berbicara dalam pelatihan kader dasar PMII Cabang Magelang di Ponpes Raudlatut Thulab Tempuran Magelang kemarin (21-23/9).

Lebih lanjut dikatakan, berkualitas yang dimaksud adalah kualitas keilmuan, profesional, skill dan berkualitas kreativitasnya. “Selain itu mahasiswa harus mengembangkan networking. Mahasiswa yang pintar dan berkualitas, tidak akan bisa bergerak cepat dan teradaptasikan jika tidak memiliki jaringan yang cukup,” papar mantan aktivitis mahasiswa ini.

Mahasiwa, kata Yogyo, harus membuka benteng diri, menjajal banyak hal, dan terhubung dengan lingkungan yang luas tanpa sekat-sekat apapun. Ditegaskan dia, kampus memang penting. Tetapi yang menghidupi mahasiwa kelak bukanlah kampus, tapi jaringan dan pergaulan. Jaringan akan memasok informasi, dan pada akhirnya, meningkatkan komunikasi dan kemampuan negosiasi. Dalam pergaulan lintas ilmu dan profesi, kemampuan berkomunikasi dan negosiasi pada akhirnya memegang peran vital.

Tak kalah penting adalah harus peka terhadap peluang. Jika mahasiswa memiliki jaringan, maka peluang akan muncul dengan sendirinya. Berani menerima tantangan, menciptakan peluang dan atau bersama-sama membentuk komunitas baru yang dapat diakselerasikan untuk penciptakan dunia dan atau lini ekonomi baru.

“Bahasa kerennya, mahasiswa harus punya visi, understanding di bidang ilmu, clarity (fokus), agility (ketangkasan dan keuletan) dalam melihat perkembangan dunia saat ini, dan keberanian untuk bertindak dan merebut kesempatan,” tandas alumnus Fakultas Sastra Undip itu. (*/lis)