Warga Penggaron Kidul Rebutan Gunungan Hasil Bumi

369
TRADISI: Warga Penggaron Kidul saat memperingati tradisi satu Muharam dengan sedekah bumi arak-arakkan keliling kampung membawa hasil bumi (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang).
TRADISI: Warga Penggaron Kidul saat memperingati tradisi satu Muharam dengan sedekah bumi arak-arakkan keliling kampung membawa hasil bumi (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang).

SEMARANG–Ratusan  warga RW I Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, berebut gunungan sedekah bumi, yang digelar di Masjid Sunan Kalijogo, Jumat (22/9).

Di masjid tersebut konon dipercaya sebagai tempat istirahat Sunan Kalijogo saat membawa kayu menuju Kabupaten Demak. “Aksi rebutan itu dilakukan ketika Sunan Kalijogo istirahat dan membawa kayu yang akan dijadikan sebagai Masjid Demak,” warga setempat Sodiq Zaini.

Sodiq mengaku kegiatan arak-arakan dengan membawa gunungan serta menyembelih kerbau tersebut dilakukan setiap tahun baru Muharam.“Warga setiap malam pergantian tahun baru Muharam selalu menyembelih kerbau sebagai ugkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa,” katanya.

Ketua RW I Muhtarom mengatakan tradisi ini sudah berlangsung secara turun temurun. Sedekah bumi dilakukan dengan membawa gunungan keliling kampong sebelum menjadi rebutan warga. Selain sebagai rasa syukur, penyembelihan kerbau juga diyakini sebagai bentuk tolak bala. “Ini sudah menjadi tradisi kami, awalnya hanya syukuran biasa kemudian warga mengembangkannya dengan arak-arakan gunungan mengelilingi kampung,” ujarnya. (hid/zal)