Penerapan Tilang CCTV Tunggu Infrasruktur

FESTIVAL MUSIK : Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono foto bersama para pejabat, Kasat dan Kapolsek di panggung festival musik yang digelar di Jalan Veteran Batang (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
FESTIVAL MUSIK : Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono foto bersama para pejabat, Kasat dan Kapolsek di panggung festival musik yang digelar di Jalan Veteran Batang (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

BATANG-Penerapan tilang CCTV di wilayah hukum Polres Batang masih menunggu kelengkapan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM). Jadi belum akan ditetapkan dalam waktu dekat ini.

“Proses tilang CCTV masih butuh waktu lama di Batang, karena menunggu kelengkapan alat. Yakni pemasangan CCTV yang menjadi kewenangan Dinas Perhubungan,” kata Kasatlantas Polres Batang, AKP M Adiel Aristo saat launching program Si Restu, Jumat (22/9) kemarin.

Saat ini, kata Kasatlantas, baru terpasang dua CCTV di wilayahnya, yaitu di sekitar Alun-Alun Batang dan Alun-Alun Limpung. Sedangkan pihak Dinas Perhubungan masih melakukan survei lokasi yang tepat untuk memasang CCTV. Tentunya akan dipilih lokasi yang rawan kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di Batang, khususnya wilayah jalur pantura.

Kendati begitu, kata Kasatlantas, untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat Batang, pihaknya resmi meluncurkan aplikasi Si Restu (Sistem Reaksi Cepat Terpadu). Dengan aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengetahui, melaporkan dan meminta bantuan pada saat keadaan kegawatdaruratan atau emergency.

“Aplikasi Si Restu yang berbasis teknologi, bertujuan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hal ini untuk mendekatkan kepolisian dengan masyarakat Batang, lebih luas lagi untuk warga Jawa Tengah bahkan Indonesia,” katanya.

Aplikasi Si Restu, imbuhnya, baru Kabupaten Batang yang meluncurkan. Dengan komposisi sembilan fitur yang dapat diakses dari handphone, smartphone dan gadget lainnya. Di antaranya, berupa fitur Informasi Kecelakaan berkaitan dengan laporan kecelakaan lalu lintas. Fitur Kemacetan berisi kondisi terkini arus lalu lintas. “Fitur ini dinilai penting karena Pantura Batang merupakan kabupaten yang memiliki jalan terpanjang dengan jarak 54,5 km di pesisir utara Jawa Tengah,” katanya.

Kemudian fitur Kejahatan untuk melaporkan tindak kejahatan. Fitur Medis berfungsi jika dibutuhkan petugas medis ke lokasi kejadian. Fitur Donor Darah berupa Informasi terkait stok darah ketika dibutuhkan. Fitur Bengkel berisi informasi lokasi bengkel. Fitur Bencana Alam untuk melaporkan kejadian bencana. Fitur Kebakaran digunakan untuk melaporkan kejadian kebakaran.

Terakhir fitur Layanan Pengaduan lain. Dengan layanan ini, masyarakat dapat mengadukan mengenai lalu lintas. Bahkan, fitur ini dapat digunakan untuk warganet yang ingin mengetahui sejauh mana penanganan lakalantas di Kabupaten Batang secara transparan.

“Harapannya dengan aplikasi Si Restu dapat memberikan kontribusi positif dan luar biasa bagi masyarakat. Selain itu, masyarakat dapat memperoleh informasi-informasi dalam satu genggaman smartphone. Saya ingin masyarakat Batang segera mengunduh aplikasi Si Restu di smartphone masing-masing agar manfaat aplikasi ini dapat benar-benar dirasakan,” terang Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here