Pembangunan Pasar Johar Dijaga Ketat 

561
(ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
(ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANGProses pembangunan Pasar Johar Cagar Budaya sudah mulai dilakukan. Di sekeliling bangunan pasar tradisional legendaris ini ditutup rapat menggunakan pagar setinggi kurang lebih dua meter.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Semarang di lapangan, proses pembangunan Pasar Johar Cagar Budaya ini dijaga ketat oleh tenaga keamanan sipil. Tidak ada satupun warga yang bisa masuk ke areal proyek tanpa seizin petugas keamanan tersebut. Termasuk wartawan yang ingin sekadar melihat kondisi di dalam areal proyek.

“Tidak boleh masuk, termasuk wartawan. Perintahnya seperti itu,” tegas salah seorang warga sipil bertubuh kekar yang mengaku sebagai petugas keamanan, Jumat (22/9).

Dikatakannya, proyek Pasar Johar Cagar Budaya ini telah dimulai tahap awal sejak 1,5 bulan lalu. “Pertama yang dikerjakan pemagaran mengelilingi lokasi. Silakan kalau memotret dari luar saja. Sampeyan bekerja, saya juga bekerja. Saya hanya menjalankan perintah,” kata petugas keamanan tersebut.

Melalui celah pintu yang dibuka saat ada orang masuk, terlihat aktivitas pekerja bangunan mengurai kawat-kawat bekas reruntuhan bangunan. Selain itu juga tampak dari kejauhan sebuah alat berat. “Masih tahap awal, pemagaran dan di dalam pengerjaan fisik telah dimulai secara pararel, berbarengan,” ujarnya.

Sementara itu, di bagian sisi timur di luar pagar, masih terdapat sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan menempel di pagar yang mengelilingi Pasar Johar. Padahal beberapa waktu lalu, semua pedagang di sekitar Pasar Johar telah disterilkan agar tidak mengganggu proses pembangunan.  Terlihat juga sejumlah pekerja yang masih membenahi pagar penutup pasar tersebut.

“Kami hanya mengerjakan penutupan pagar mengelilingi Pasar Johar dan pemasangan papan informasi proyek. Luas totalnya 1.400 meter persegi. Sedangkan papan proyek yang akan dipasang nanti ada sebanyak 46 titik,” kata salah satu pekerja yang enggan ditulis namanya.

Kontraktor yang menangani proyek pembangunan Pasar Johar Cagar Budaya tersebut belum bisa ditemui untuk sekadar mengetahui progres maupun tahapan-tahapan pembangunan. “Pengerjaan proyek ini ada banyak kontraktor, kalau tidak salah ada tiga kontraktor dengan tugas berbeda-beda,” kata pekerja tersebut.

Sekretaris Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang, Irwansyah, sebelumnya mengatakan, saat ini proses pembangunan Pasar Johar Cagar Budaya sedang berjalan untuk tahap awal. Nantinya, wilayah pembangunan akan terbagi atas Johar Utara, Johar Tengah, dan Johar Selatan. Pembangunan dilakukan menggunakan sistem anggaran multiyears 2017, 2018 dan diharapkan selesai 2019.

“Untuk Johar Utara, yakni Johar Cagar Budaya ditangani oleh Distaru Kota Semarang. Sedangkan Pasar Kanjengan ditangani oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang,” ujarnya.

Sesuai Detail Engineering Design (DED) Pasar Johar Baru Semarang, disepakati dibangun 4 lantai yang akan dibangun di lahan eks Pasar Kanjengan. Peruntukannya, 3 lantai untuk pasar, dan 1 lantai paling atas digunakan sebagai gedung service. “Sedangkan Johar Selatan dibangun tiga lantai, ada jarak antara bangunan Johar lama dengan bangunan Johar Baru di Kanjengan sekitar 5 meter,” katanya.

Selain itu, alun-alun yang saat ini masih ditempati pedagang Pasar Yaik Baru, yakni memiliki luas 10.000 meter persegi/1 hektare, juga segera dibangun menyusul. “Nantinya diperkirakan bangunan Pasar Johar Baru ini akan mampu menampung kurang lebih 8.000 pedagang,” ujarnya.  (amu/aro