Pemain Unggulan Melenggang

213
BERTANDING: Mikael dari PB Sehat saat melawan Maulana dari PB Atlantic dalam Kejuaraan Bulutangkis USM Walikota Open ke-44 Kota Semarang, Jumat (22/9) (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BERTANDING: Mikael dari PB Sehat saat melawan Maulana dari PB Atlantic dalam Kejuaraan Bulutangkis USM Walikota Open ke-44 Kota Semarang, Jumat (22/9) (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Pemain unggulan PB Matahari Terbit Semarang, Muhammad Hidayat Abiyyi tundukkan lawannya tanpa kendala. Selama pertandingan Hidayat bermain tenang menghadapi Iyan Piyus Priyambudi dari PB Krisna Demak.

Game pertama Hidayat mampu meninggalkan Iyan dengan skor cukup jauh yakni 21-9. Hal sama terjadi di game ke dua. Seakan tak sabar menyudahi pertandingan, Hidayat menutup pertandingan dengan kemenangannya 21-7 atas PB Krisna Demak.

”Yang penting main tenang, dan semangat,” ujar Hidayat kepada Jawa Pos Radar Semarang usai bertanding dalam Kejuaraan Bulutangkis USM Walikota Open ke-44 Kota Semarang, Jumat (22/9) di Gelora Prof Sudarto, kompleks kampus Universitas Semarang (USM).

Tahron, pelatih yang juga merupakan ayah Hidayat mengatakan bahwa pebulutangkis dari Matahari Terbit ini sudah mengetahui kapasitas pemain lawan. Sehingga, ia dapat mengatur ritme pertandingan dengan baik.

”Bukan meremehkan, tapi kita tahu kapasitas pemain lawan. Hidayat main dengan baik dan tenang, bahkan tanpa didampingi. Bermain secara mandiri, Hidayat mampu mengatasi lawan dengan baik,” ujar Tahron.

Sementara itu di kelompok bergengsi lainnya yaitu pemula putra utama, Mikael dipaksa bermain di rubber game setelah Maulana dari Atlantic mampu membalik kedudukan di game kedua.

Game pertama, Mikael mampu unggul 22-20. Smash dari Maulana mampu dikembalikan dengan baik hingga game pertama sukses ditaklukkannya. Permainan terhitung cukup alot di game awalan ini. Kejar mengejar skor tak dapat terhindari hingga berakhir dengan kemenangan Mikael dengan jarak skor yang tipis.

Kemudian game kedua Maulana seperti tidak mau tinggal diam. Ia memberikan bola-bola sulit yang membuat Mikael sedikit kelabakan. Game kedua menjadi milik Maulana dengan skor 21-16.

”Maulana mainnya ulet. Mungkin saya juga sudah kecapekan dan persiapan saya juga kurang panjang. Sehingga yang terakhir saya kalah lagi dengan skor 15-21 dari Maulana,” ujar Mikael.

Menanggapi kekalahan anak didiknya, Tomi, pelatih PB Sehat mengatakan bahwa Mikael sebenarnya sudah main dengan materi yang bagus. Hanya saja, di poin poin kritis, Mikael sering kehilangan kendali.

”Mungkin ini faktor mental. Spesialis single ini selalu error di poin kritis. Ini yang nantinya akan kami benahi lagi. Selain itu, dari Mikael yang masih perlu diperbaiki adalah powernya. Dia belum bisa memberikan tembakan yang kenceng,” kata Tomi.

Karena kekalahannya ini, Mikael harus rela memberikan tiket menuju ke babak delapan besar kepada Maulana dari PB Atlantic. (cr4/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here