LITERASI MEDIA: M Rofiuddin (tengah) dan Muhammad Ngainirrichardl (kiri) saat menjadi narasumber dalam seminar Literasi Media di Kalangan Mahasiswa dan Ormas Temanggung, Jumat (22/9) (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU).
LITERASI MEDIA: M Rofiuddin (tengah) dan Muhammad Ngainirrichardl (kiri) saat menjadi narasumber dalam seminar Literasi Media di Kalangan Mahasiswa dan Ormas Temanggung, Jumat (22/9) (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU).

TEMANGGUNG- Perkembangan media massa belakangan ini yang sangat cepat harus dibarengi dengan wawasan literasi media yang bagus. Apalagi dengan hadirnya internet membuat masyarakat bisa mengakses informasi dengan mudah.

“Masyarakat harus kritis terhadap isi media. Apapun medianya, baik TV, radio, media cetak dan lainnya,” tutur Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah M Rofiuddin dalam seminar Literasi Media di Kalangan Mahasiswa dan Ormas Temanggung di Aula U-Mart Temanggung, Jumat (22/9).

Ia menuturkan, fungsi dan wewenang KPID memang hanya pada media penyiaran, yakni TV dan radio. Menurutnya pengawasan terhadap isi siaran, tidak mungkin hanya dilakukan oleh Komisioner KPID Jawa Tengah saja, tentu harus ada peran aktif dari elemen masyarakat.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Muhammad Ngainirrichardl dalam kesempatan yang sama menuturkan, gerakan literasi media ini sangat penting. Literasi media merupakan satu perangkat perspektif, di mana kita secara aktif memberdayakan diri dalam penafsirkan pesan yang diterima dan cara mengantisipasinya.

“Dari situlah, kita harus melek media, harus cerdas dan kritis dalam bermedia,” ucapnya.

Mantan Pemimpin Umum (PU) Majalah Justisia Fakultas Syariah UIN Walisongo Semarang ini menerangkan, media mempunyai banyak fungsi. Di antaranya pendidikan, informasi, perekat sosial, kontrol sosial dan hiburan. “Saya berharap masyarakat bisa memanfaatkan media dengan baik. Bisa memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk,” ungkapnya.

Hadirnya media sosial (medsos) belakangan ini yang marak dan tidak bisa dielakkan. Ia meminta kepada para mahasiswa jangan mudah membagi berita atau informasi yang belum tentu jelas kebenaranya. “Jika mendapat berita atau informasi, cek dulu dari mana dan cek kebenaranya. Jangan sampai berita hoax (bohong) di-share begitu saja,” pinta pria asal Temanggung itu. (san/ton)