GIATKAN RELAWAN : Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Hj Munafah Asip Kholbihi, bersama relawan Gentong Hebat turut membersihkan Sungai Miduri (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).
GIATKAN RELAWAN : Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Hj Munafah Asip Kholbihi, bersama relawan Gentong Hebat turut membersihkan Sungai Miduri (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Pekalongan melalui program Gerakan Bersih Jumat Pagi (BERJUMPA) dan Gerakan Gotong Royong Hidup Bersih dan Sehat (Gentong Hebat) bersama masyarakat, setiap Jumat pagi melakukan bersih-bersih lingkungan sekitar.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, dan Wakil Bupati (Wabup) Pekalongan, Arini Harimurti turun memberikan contoh langsung kepada masyarakat. Terbukti, Sungai Pencongan atau Sungai Sengkarang di Kelurahan Bener, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, yang sebelumnya kumuh, setelah Bupati Asip turun langsung beberapa waktu lalu membersihkan sungai tersebut, kini jadi bersih. Bahkan, telah berubah menjadi objek wisata air nasional, taman memancing terpanjang di pantura. Tepatnya, menjadi rest area pemancingan dan restorant apung.

Karena itulah, mulai Jumat (22/9) kemarin, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mencanangkan aksi bersih-bersih semua sungai yang ada di Kecamatan Tirto dan Kecamatan Wonokerto. Harapannya, sungai tersebut menjadi yang terbersih dengan air terjenih yang ada di Jawa Tengah.

Bupati Asip dan Wabup Arini mengajak Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Tegal, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Tegal, Lantamal V  Letkol Marinir SB Manurung untuk terjun bareng-bareng dalam kegiatan bersih-bersih sungai di dua kecamatan tersebut. Didukung pula komunitas Gentong Hebat dan Polri serta semua organisasi pemerintah daerah (OPD).

Bahkan, Wabup Arini dengan didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pekalongan, Mukaromah Syakoer memberikan penjelasan dan pengertian kepada warga yang bermukim tidak jauh dari lokasi Sungai Miduri agar tidak lagi membuang sampah ke sungai.

Meski Sungai Miduri juga berada di wilayah Kota Pekalongah, namun oleh Bupati Asip tetap dibersihkan. Sungai Miduri sebelumnya ditutupi enceng gondok, kumuh dan berbau, serta banyak sampah rumah tangga yang dibuang ke sungai tersebut. Kini telah bersih dari segala sampah.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengungkapkan bahwa Pemkab Pekalongan berkomitmen membersihkan semua sungai yang ada di Kecamatan Tirto dan Wonokerto. Karena saat ini, semua sungai yang ada di Kecamatan Tirto dan Wonokerto adalah sungai yang paling kumuh dan kotor. Namun dengan bersihnya semua sungai tersebut, bukan saja dapat dijadikan wisata air, sekaligus membenahi drainase yang ada. Sehingga air sungai bisa mengalir ke laut dan dapat mengurangi banjir rob.

“Bagi saya, kebersihan di Kabupaten Pekalongan adalah harga mati. Apapun kondisi sungainya, harus bersih. Demikian juga lingkungan dan permukiman warga, semua harus bersih. Maka program Berjumpa dan Gentong Hebat ini harus berjalan baik. Setiap Jumat, saya akan terjun sendiri ikut membersihkan sungai dan memastikan semua harus bersih,” kata Bupati Asip.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Hj Munafah menegaskan bahwa pihaknya akan menggerakan semua elemen relawan Gentong Hebat yang sudah terbentuk mulai dari tingkat Rukun Tetangga (RT) hingga tingkat Kabupaten Pekalongan.

Menurutnya, Gerakan Gotong Royong Hidup Bersih dan Sehat bersama masyarakat akan terus mendukung kegiatan kerbersihan yang dilakukan oleh Pemkab. Karena kebersihan adalah harga mati dan harus terwujud Kabupaten Pekalongan Kota Tanpa Kumuh. “Kita akan dukung semua kegiatan bersih sungai dan lingkungan. Relawan Gentong Hebat akan selalu turut serta membantu kegiatan bersih-bersih ini,” tegas Hj Munafah. (thd/adv/ida)