Jadikan Resapan Air, Bagi 1 Juta Aren

352
SERAHKAN AREN : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, ketika menyerahkan pohon aren kepada perwakilan petani di Desa Rogoselo, Doro, Kabupaten Pekalongan, Kamis (21/9) kemarin (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).
SERAHKAN AREN : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, ketika menyerahkan pohon aren kepada perwakilan petani di Desa Rogoselo, Doro, Kabupaten Pekalongan, Kamis (21/9) kemarin (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KAJEN-Untuk memenuhi kebutuhan gula merah yang cukup tinggi di Kabupaten Pekalongan dan meningkat perekonomian masyarat di daerah pegunungan, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, melakukan penanaman pohon aren, di Desa Rogoselo, Doro, Kamis (21/9) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, bupati membagikan 1 juta pohon aren kepada 200 petani yang ada di 6 kecamatan di wilayah Kabupaten Pekalongan.

Sebanyak 200 petani tersebut, wajib menanam 1 juta pohon aren di desa yang ada di Kecamatan Doro, Paninggaran, Lebakbarang, Petungkriyono, Talun dan Kajen. Karena daerah tersebut selama ini sangat subur dan cocok untuk menanam pohon aren. Selain itu, sebagian besar petaninya sudah terbiasa merawat dan memanfaatkan pohon aren.

Bupati Asip mengungkapkan bahwa dipilihnya pohon aren adalah untuk menampung resapan air pada daerah pegunungan, mulai dari akar hingga daunnya mempunyai manfaat dan nilai ekonomis yang tinggi. Akar aren selama ini digunakan sebagai obat herbal, batangnya dimanfaatkan untuk sagu dan tepung sagu aren, buahnya untuk kolang kaling, daunnya untuk atap rumah, dan bunga aren dimanfaatkan untuk gula merah.

“Dipilihnya pohon aren ini, untuk menjaga alam, sekaligus meningkatkan ekonomi lokal daerah setempat, khususnya pada daerah yang berada di pegunungan,” ungkap Bupati Asip.

Bupati Asip juga menegaskan bahwa selama ini petani di Kabupaten Pekalongan, belum bisa memenuhi kebutuhan pasar akan gula merah atau gula aren secara maksimal. Padahal lahan yang tersedia sangat luas dan lebih dari 1000 petani berprofesi sebagai petani gula aren.

“Penamanam satu juta pohon aren ini akan kami pantau dan diawasi oleh Dinas Pertanian, serta para penyuluh di setiap kecamatan. Sehingga 1 juta pohon aren bukan saja menyerap air, namun mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi,” kata Bupati Asip. (thd/ida)