Ikuti Jejak Sang Ayah

SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG
SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG

NAMA Muhammad Hidayat Abiyyi menggeluti dunia bulutangkis sejak dini. Oleh sang Ayah yang kini juga menjadi pelatihnya, Hidayat dikenalkan dengan pada olahraga ini sejak umur enam tahun.

”Karena saya juga sering di lapangan dan kebetulan dia sering ikut. Melihat beberapa pemain kemudian dia tertarik dengan olahraga ini hingga sekarang,” ujar Tahron, ayah sekaligus pelatih Hidayat.

Tidak tanggung-tanggung sudah banyak kejuaraan yang dimenangkan oleh siswa SD Bendan Ngisor Sampangan ini. Terakhir, unggulan satu dari PB Matahari Terbit Kota Semarang ini memenangkan tiga kejuaraan di Kudus.”Kejuaraan yang diadakan Pengcab kudus, Bupati cup, Muria cup. Yang tertinggi dia peringkat ketiga O2SN Jateng,” tutur Tahron.

Berprestasi di dunia bulu tangkis tidak membuat pebulutangkis kelahiran 15 November 2006 ini tertinggal di dunia akademik. Meskipun sering menghabiskan waktu untuk latihan, Hidayat masih tetap bisa mengikuti pelajaran di sekolahnya dengan baik.

”Ya tidak menjadi yang paling berprestasi, setidaknya masih bisa mengikuti,” jelas sang Ayah yang ke depan menginginkan anaknya ini bisa masuk klub yang lebih besar atau Pelatda.

Sementara itu, dunia bulutangkis sudah seperti hal yang seakan tidak bisa ditinggalkan. Hidayat mengakui bahwa dirinya sudah sangat menyukai olahraga ini. Ia bahkan tidak keberatan untuk berlatih setiap hari demi membuat skill-nya kian terasah.”Saya memang suka bulutangkis. Sering ikut kejuaraan. Ingin meraih prestasi setinggi-tingginya,” ujar pebulutangkis yang gemar makan nasi goreng ini.

Bersama sang kakak, yang juga pebulutangkis berprestasi, ia ingin memberikan yang terbaik untuk kedua orang tuanya. Tentunya melalui capaian-capaian prestasi di dunia bulutangkis. ”Saya ingin jadi pebulutangkis hebat yang dapat mencetak prestasi yang tinggi,” pungkasnya. (cr4/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here