Guru Wajib Sisihkan Dana Sertifikasi

457
SAMBUTAN : Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH MHum saat memberikan sambutan di sela MoU dengan Pemkab Kendal di Gedung PGRI Kendal, kemarin (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).
SAMBUTAN : Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH MHum saat memberikan sambutan di sela MoU dengan Pemkab Kendal di Gedung PGRI Kendal, kemarin (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KENDAL—Guru yang sudah mendapatkan dana sertifikasi, diwajibkan menyisihkan sebagian dananya untuk pengembangan diri. Yakni melalui peningkatan kualifikasi guru dengan mengikuti pelatihan, seminar maupun meneruskan jenjang pendidikan. Sehingga guru betul-betul bisa memajukan pendidikan.

Demikian dikatakan Rektor Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) Dr Muhdi SH MHum di sela penandatanganan kerjasama (MoU) antara UPGRIS dengan Bupati Kendal. Yakni kerjasama dalam Peningkatan Keprofesian Berkelanjutan Untuk Pendidik Menuju Pendidik Berkualitas di Gedung PGRI Kendal, Purwokerto Indah, Jumat (22/9) kemarin.

Menurutnya, harus ditumbuhkan kesadaran bersama di antara guru untuk terus meningkatkan kualifikasi. Salah satunya dengan menyisihkan dana sertifikasi yang didapat untuk pengembangan diri. “Tidak usah banyak-banyaklah, 5-10 persen saja sudah cukup,” tuturnya.

Jika memang kesulitan, menurutnya pemerintah daerah bisa mengaturnya dengan Perda maupun Perbup. Dimana kepala daerah mengatur penggunaan kewajiban para guru penerima dana sertifikasi untuk pendidikan.

Pihak UPGRIS sendiri siap memberikan pendampingan pengembangan guru. Terutama bagi guru yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang magister (S2) ataupun doktoral (S3). “Kami dorong minimal guru harus S2, kami juga memberikan subsidi biaya pendidikan,” tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Kendal, Drs Agus Rifai M.Pd mengaku mendukung program peningkatan kualitas pendidik. Sehingga pendidikan bisa dikemas secara kreatif sesuai tuntutan dan perkembangan zaman. “Guru harus menguasai teknologi, komputer dan informasi. Sehingga dalam membuat rencana pembelajaran tidak selalu sama, tapi menggunakan banyak metode. Sehingga pembelajaran di kelas bisa menyenangkan,” tuturnya.

Dari Pemkab Kendal siap memberikan dukungan bagi guru yang ingin mengembangkan diri. Terutama guru yang ingin melanjutkan pendidikan. “Kami siap memberikan dukungan, 20-25 persen. Sehingga guru yang menerima dana sertifikasi bisa berkembang,” tambahnya. (bud/ida)