Guru Wajib Sisihkan Dana Sertifikasi

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

KENDAL—Guru yang sudah mendapatkan dana sertifikasi, diwajibkan menyisihkan sebagian dananya untuk pengembangan diri. Yakni melalui peningkatan kualifikasi guru dengan mengikuti pelatihan, seminar maupun meneruskan jenjang pendidikan. Sehingga guru betul-betul bisa memajukan pendidikan.

Demikian dikatakan Rektor Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) Dr Muhdi SH MHum di sela penandatanganan kerjasama (MoU) antara UPGRIS dengan Bupati Kendal. Yakni kerjasama dalam Peningkatan Keprofesian Berkelanjutan Untuk Pendidik Menuju Pendidik Berkualitas di Gedung PGRI Kendal, Purwokerto Indah, Jumat (22/9) kemarin.

Menurutnya, harus ditumbuhkan kesadaran bersama di antara guru untuk terus meningkatkan kualifikasi. Salah satunya dengan menyisihkan dana sertifikasi yang didapat untuk pengembangan diri. “Tidak usah banyak-banyaklah, 5-10 persen saja sudah cukup,” tuturnya.

Jika memang kesulitan, menurutnya pemerintah daerah bisa mengaturnya dengan Perda maupun Perbup. Dimana kepala daerah mengatur penggunaan kewajiban para guru penerima dana sertifikasi untuk pendidikan.

Pihak UPGRIS sendiri siap memberikan pendampingan pengembangan guru. Terutama bagi guru yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang magister (S2) ataupun doktoral (S3). “Kami dorong minimal guru harus S2, kami juga memberikan subsidi biaya pendidikan,” tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Kendal, Drs Agus Rifai M.Pd mengaku mendukung program peningkatan kualitas pendidik. Sehingga pendidikan bisa dikemas secara kreatif sesuai tuntutan dan perkembangan zaman. “Guru harus menguasai teknologi, komputer dan informasi. Sehingga dalam membuat rencana pembelajaran tidak selalu sama, tapi menggunakan banyak metode. Sehingga pembelajaran di kelas bisa menyenangkan,” tuturnya.

Dari Pemkab Kendal siap memberikan dukungan bagi guru yang ingin mengembangkan diri. Terutama guru yang ingin melanjutkan pendidikan. “Kami siap memberikan dukungan, 20-25 persen. Sehingga guru yang menerima dana sertifikasi bisa berkembang,” tambahnya. (bud/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -