33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

Ganjar Prihatin Buruknya Akses Wisata Telomoyo

Another

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

UNGARAN–Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyinggung soal buruknya akses menuju lokasi wisata Gunung Telomoyo. Padahal wisata serta lokasi take off gantolle di Gunung Telomoyo sangat berpotensi dan patut untuk dikembangkan. Karena itu, harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur menuju lokasi wisata tersebut.

“Kalau jalan bisa kita perbaiki. Mudah-mudahan tidak hanya untuk olah raga ini, namun untuk wisata-wisata yang lain,” kata Ganjar saat meninjau Telomoyo Cup Hang Gliding Competition 2017 di puncak Gunung Telomoyo, Kecamatan Getasan, Jumat (22/9) kemarin.

Pada kesempatan tersebut, Ganjar mengeluhkan akses jalan sepanjang 8 kilometer menuju puncak yang kondisinya rusak berat. Seperti diketahui, lahan area Gunung Telomoyo sebagian dimiliki oleh pihak Perhutani. Karenanya, untuk membenahi infrastruktur wisata tersebut harus ada bentuk kerjasama dengan pihak Perhutani. “Saya baru kali ini pertama naik, yang jelas sangat bagus potensinya,” katanya.

Terkait dengan perlombaan tersebut, Ganjar memastukan jika pihaknya memberikan dukungan penuh untuk keberlangsungan kompetisi gantolle tersebut. Pada kesempatan itu, selain menyaksikan take off puluhan atlet gantolle dari puncak Gunung Telomoyo, Ganjar juga didaulat untuk melepas burung merpati di area papan take off. Ganjar didampingi perwakilan panitia Ersi Firman dan pengawas lomba dari Federasi Aeronautika Internasional (FAI), Tove Heaney.

Adapun titik finish dari gantolle tersebut yaitu di Pojoksari Kecamatan Ambarawa. Ganjar menyempatkan diri menemui beberapa atlet baik lokal maupun manca negara yang ikut dalam kompetisi tersebut.

Antara lain Ganjar berbincang dengan atlet asal Klaten yang membela Jawa Tengah, Isah Heriawan. Di depan Ganjar, Isah mengatakan kondisi fasilitas yang digunakan atlet ke depannya dapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

“Mumpung pengurusnya sudah solid dan tertata. Tetapi di sisi lain, harus diakui bila perhatian pemerintah masih kurang. Akhirnya, beberapa atlet tidak berangkat mengikuti Pra PON dan PON di Jawa Barat,” katanya.

Dikatakan Isah, saat ini pengurus gantolle Jawa Tengah masih mengupayakan perbaikan peralatan guna mengikuti kompetisi berikutnya. Peralatan yang sudah diperbaiki, menurutnya, masih sebatas yang digunakan atlet kelas pemula (floater).

“Untuk berkompetisi dengan provinsi lainnya masih sangat jauh. Kemampuan kami akan lebih mumpuni jika peralatan yang digunakan bagus dan kompetitif,” ujarnya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

More Articles Like This

Must Read

Manfaatkan Minyak Jelantah dan Serbuk Marmer

RADARSEMARANG.COM - Tiga mahasiswa Teknik Kimia Universitas Diponegoro (Undip) berhasil mengembangkan Mer-C atau Membrane Separation & Catalyst dari limbah serbuk marmer.  Mer-C ini untuk...

Hoax Senjata TNI Dirampas KKSB

JawaPos.com - Informasi soal perampasan senjata TNI yang disampaikan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Papua, disebut sebagai berita bohong alias hoax. Adapun Kapendam...

Tertantang Jadi Guru SD

MENJADI guru SD adalah karir yang sedang dijalani Laili Faizatun Fuadah saat ini. Alumnus Bahasa Indonesia Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) ini menjadi guru SD...

Pendaftaran Anggota PPL Diperpanjang

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Akibat minimnya pelamar, pendaftaran Panitia Pengawas Lapangan (PPL) tingkat kelurahan di kota Salatiga diundur. Diharapkan, pelamar bisa bertambah dalam jumlah yang...

Hindari Di-bully, Tingkatkan Kapasitas Diri

RADARSEMARANG.COM - Bianca Jodie, sepuluh besar ajang Indonesian Idol 2018 mengajak para siswa di Kota Semarang untuk memerangi bullying atau perundungan. Ia getol  menggerakkan...

Bupati Mirna: Kartini adalah Perempuan yang Tak Lupa Kodratnya

Kartini adalah inspirasi wanita yang paham kodratnya dan berkontribusi membangun bangsa. “Kartini masa kini, bukanlah perempuan yang  unggul dari laki-laki. Melain perempuan yang sadar akan...