Ganjar Prihatin Buruknya Akses Wisata Telomoyo

646
BERBINCANG : Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau Telomoyo Cup Hang Gliding Competition 2017 di puncak Gunung Telomoyo, Kecamatan Getasan, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BERBINCANG : Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau Telomoyo Cup Hang Gliding Competition 2017 di puncak Gunung Telomoyo, Kecamatan Getasan, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

UNGARAN–Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyinggung soal buruknya akses menuju lokasi wisata Gunung Telomoyo. Padahal wisata serta lokasi take off gantolle di Gunung Telomoyo sangat berpotensi dan patut untuk dikembangkan. Karena itu, harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur menuju lokasi wisata tersebut.

“Kalau jalan bisa kita perbaiki. Mudah-mudahan tidak hanya untuk olah raga ini, namun untuk wisata-wisata yang lain,” kata Ganjar saat meninjau Telomoyo Cup Hang Gliding Competition 2017 di puncak Gunung Telomoyo, Kecamatan Getasan, Jumat (22/9) kemarin.

Pada kesempatan tersebut, Ganjar mengeluhkan akses jalan sepanjang 8 kilometer menuju puncak yang kondisinya rusak berat. Seperti diketahui, lahan area Gunung Telomoyo sebagian dimiliki oleh pihak Perhutani. Karenanya, untuk membenahi infrastruktur wisata tersebut harus ada bentuk kerjasama dengan pihak Perhutani. “Saya baru kali ini pertama naik, yang jelas sangat bagus potensinya,” katanya.

Terkait dengan perlombaan tersebut, Ganjar memastukan jika pihaknya memberikan dukungan penuh untuk keberlangsungan kompetisi gantolle tersebut. Pada kesempatan itu, selain menyaksikan take off puluhan atlet gantolle dari puncak Gunung Telomoyo, Ganjar juga didaulat untuk melepas burung merpati di area papan take off. Ganjar didampingi perwakilan panitia Ersi Firman dan pengawas lomba dari Federasi Aeronautika Internasional (FAI), Tove Heaney.

Adapun titik finish dari gantolle tersebut yaitu di Pojoksari Kecamatan Ambarawa. Ganjar menyempatkan diri menemui beberapa atlet baik lokal maupun manca negara yang ikut dalam kompetisi tersebut.

Antara lain Ganjar berbincang dengan atlet asal Klaten yang membela Jawa Tengah, Isah Heriawan. Di depan Ganjar, Isah mengatakan kondisi fasilitas yang digunakan atlet ke depannya dapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

“Mumpung pengurusnya sudah solid dan tertata. Tetapi di sisi lain, harus diakui bila perhatian pemerintah masih kurang. Akhirnya, beberapa atlet tidak berangkat mengikuti Pra PON dan PON di Jawa Barat,” katanya.

Dikatakan Isah, saat ini pengurus gantolle Jawa Tengah masih mengupayakan perbaikan peralatan guna mengikuti kompetisi berikutnya. Peralatan yang sudah diperbaiki, menurutnya, masih sebatas yang digunakan atlet kelas pemula (floater).

“Untuk berkompetisi dengan provinsi lainnya masih sangat jauh. Kemampuan kami akan lebih mumpuni jika peralatan yang digunakan bagus dan kompetitif,” ujarnya. (ewb/ida)