PERKENALAN: Sudirman Said (kiri) dan Bos Warteg Sastoro (tengah) saat pembagian doorprize di sela pertunjukan wayang kulit di halaman Polsek Metro Kemayoran, Jakarta Pusat (JPG).
PERKENALAN: Sudirman Said (kiri) dan Bos Warteg Sastoro (tengah) saat pembagian doorprize di sela pertunjukan wayang kulit di halaman Polsek Metro Kemayoran, Jakarta Pusat (JPG).

JAKARTA- “Sik..sik ..Pak Dalang, mandeg sik. Waktune wis mepet.” Pertunjukan wayang yang tengah seru-serunya itu pun berhenti. Di bawah panggung, seorang laki-laki memegang mikrofon, meminta dalang berhenti dan meminta perhatian ratusan penonton yang hadir menikmati pertunjukan wayang kulit di halaman Polsek Metro Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (20/9) bertepatan dengan malam 1 Sura dalam penanggalan Jawa.

Dalang Ki Tedjo Purbo Carito alias Tedjo Gubrak, yang malam itu membawakan lakon Semar Mbangun Pasar Sore pun menuruti permintaan lelaki berperawakan kurus, berusia 71 tahun itu. “Inggih Pak, Monggo!” jawab Ki Dalang asal Cilacap itu.

Kiye aku arep ngenalke sedulur lanang. Pada eling ora ya siapa jenenge?” tanya lelaki itu pada dalang dan hadirin yang hadir. “Kiye sing mbiyen kondang Papa Minta Saham. Sedulurku Sudirman Said.”

Sastoro, begitu nama laki-laki itu, merasa perlu mengenalkan Sudirman Said pada para penonton wayang, yang nyaris semuanya pendatang dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Pasalnya, Sudirman Said adalah salah satu tokoh nasional yang ia kagumi. Keberanian mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu dalam melawan  mafia migas membuatnya bangga. Karena ada orang yang sekampung dengan dirinya berani melawan orang-orang yang sejak dulu tidak tersentuh (untouchable).

Diam-diam Sastoro rupanya memperhatikan kiprah Sudirman Said dari kejauhan. Pun ketika Sudirman Said berkeliling Jateng untuk memperkenalkan diri sebaga bakal calon gubernur Jateng. Karena itu, ketika salah seorang anggota tim Sudirman Said menghubunginya menyampaikan keinginan Sudirman Said untuk bersilaturahim dengannya, bapak 10 anak ini  sangat antusias menyambutnya. “Itu orang saya. Orang kampung saya. Silakan, saya senang,” katanya.

Di depan para hadirin, Sastoro pun mengenalkan Sudirman Said. Tak cukup itu, ia juga meminta semua yang hadir pada saat itu, dalang, sinden, nayogo (penabuh gamelan), pejabat setempat, serta penonton yang hadir mendoakan Sudirman agar sukses menjadi Jawa Tengah 1.  Doa langsung dipimpin oleh Ki Tedjo Gubrak dan diamini oleh semua yang hadir.

Inget ya kabeh, aja lali 2018 Sudirman Said Jateng 1,” imbuh Sastoro mengingatkan hadirin untuk mengenalkan Sudriman Said kepada keluarga mereka yang tinggal di kampung halaman di Jateng.

Tak cukup mengenalkan Sudirman Said kepada pendatang Jateng yang tinggal di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat dan sekitarnya, Sastoro mengundang Sudirman untuk hadir di acara istighotsah dan santuan anak yatim, yang digelar di wilayah ‘kekuasaan’ Sastoro di Guci, Tegal, Jumat malam esok harinya.

Di Guci, Sastoro kembali meminta ustad dan puluhan anak yatim yang selama ini disantuninya mendoakan Sudirman Said. Jamaah istighotsah yang diselenggarakan di masjid di lingkungan Hotel Guci Indah miliknya, Sastoro juga minta diselipkan doa untuk Sudirman Said.

Inilah salah satu bentuk dukungan Sastoro untuk Sudirman Said, yang punya keinginan maju dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang. Pertanyaannya, kenapa Sastoro begitu antusias mendukung Sudirman Said? Jawabnya sederhana. Ia ingin orang-orang baik, yang memiliki kualitas dan kapasitas memimpin negeri ini. Di usianya yang sudah tidak lagi muda, mantan anggota Kopassus ini ingin mendorong dengan apa yang dimilikinya agar orang-orang baik memiliki peran dalam membangun bangsa ini.

Siapa sebenarnya Sastoro ini? Buat orang Tegal dan sekitarnya, nama Sastoro tentu sudah tidak asing lagi. Dialah sesepuh sekaligus penggagas Koperasi Warung Tegal (Kowarteg). Ia yang menghimpun para pedagang warteg yang tersebar di berbagai penjuru untuk bersatu dalam satu wadah Kowarteg.

Sastoro sendiri memiliki sejumlah warteg yang tersebar di berbagai penjuru, bahkan sampai ke luar negeri. Karena kiprahnya memberdayakan pengusaha warteg itu, iapun sering dijuluki Bos Warteg. (har/aro)