Transaksi Saham Meningkat 20 Persen

287

SEMARANG – Investor maupun transaksi saham BNI Sekuritas tahun ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan bila dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan salah satunya disebabkan oleh gencarnya edukasi yang dilakukan.

Ketua Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Pasar Modal BNI Sekuritas Semarang, Hari Prabowo mengatakan, saat ini jumlah investor di Semarang yang tercatat melalui BNI Sekuritas mencapai 670 investor. “Jumlah tersebut meningkat 20 persen bila dibanding Desember 2016,” ujarnya disela Sosialisasi Pendanaan Melalui Eksternal Perusahaan (Pasar Modal) bagi Perusahaan yang Belum IPO, di Kantor OJK Regional 3, baru-baru ini.

Dari sebanyak 670 investor, dua diantaranya berasal dari institusi. Sedangkan sisanya investor perorangan. Asal investor pun tak terbatas dari Semarang. Dari luar kota bahkan luar negeri pun ada yang ikut menginvestasikan dananya.

“Sekarang bisa via online, jadi nggak terpaku di Semarang saja. Ada yang dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Pekanbaru, bahkan luar negeri ada yang dari Singapura dan Australia. Kalau dihitung secara prosentase, investor dari luar Semarang ini mencapai 30 persen dari total,” ujarnya.

Peningkatan jumlah investor ini juga diiringi peningkatan transaksi. Dari yang semula per hari hanya sekitar Rp 4 miliar, kini transaksi per hari bisa mencapai kisaran Rp 6 miliar hingga Rp 7 miliar.

Menurutnya, peningkatan tersebut merupakan salah satu dampak dari gencarnya edukasi pada masyarakat. “Banyak masyarakat kita yang sebetulnya ingin berinvestasi, tapi banyak yang belum paham, khususnya di pasar modal. Nggak ngerti bagaimana beli saham. Karena itu kita edukasi, dan setelahnya cukup banyak yang berinvestasi di pasar modal,” ujarnya.

Edukasi yang dilakukan oleh pihaknya pun beragam. Tergantung dari kebutuhan dan tingkatan, mulai dari investor pemula, menengah dan para investor yang sudah berpengalaman. “Kalau calon investor kami beri pengetahuan dasar, bisa sudah berpengalaman bertahun-tahun kami bekali tambahan analisis,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain investor, sistem pendanaan eksternal atau pasar modal ini juga sangat bermanfaat bagi perusahaan yang telah go public. Karena mau tidak mau perusahaan akan memenuhi tata kelola yang lebih baik.

“Perusahaan ini akan diawasi tak hanya oleh OJK, tapi juga oleh masyarakat yang merupakan investor. Sehingga mau tidak mau mereka harus memenuhi tata kelola, khususnya keuangan, yang baik,” ujarnya. (dna/ric)