Tangkal Komunis, Santri Tonton Film

405

PURWOREJO—Meski masih menuai pro-kontra, pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI tetap dilaksanakan oleh sejumlah elemen masyarakat. Salah satunya oleh Pondok Pesantren (Ponpes) Darut Tauhid.

Sekitar 1.800 santri putra maupun putri di kompleks Ponpes Darut Tauhid, Kedungsari, Kecamatan Purworejo, Rabu (20/9) malam menyaksikan film yang disutradarai oleh (alm) Arifin M. Noer. Pengelola Ponpes Darut Tauhid, Gus Sahnun menyampaikan, pemutaran film tersebut agar santri mampu merefleksikan perjuangan para pahlawan, utamanya para ulama. Dalam sejarahnya, ulama punya andil besar dalam menumpas paham komunis di Indonesia. “Biar mereka tahu sejarah perjuangan para kiai, bahwa tidak sedikit sumbangsih perjuangan para kiai dalam menumpas paham komunis,” kata Gus Sahnun.

Sahnun melanjutkan, melalui pemutaran film G30S/PKI, santri dapat memahami bahaya laten komunis. Sebab, kata Gus Sahnun, “Komunis itu sangat bahaya, jangan biarkan berkeliaran di Indonesia.” Di tempat yang sama, perwakilan Kodim Purworejo, Kapten Daliman, mengapresiasi inisiatif pengurus Ponpes Darut Tauhid yang mempelopori pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI.

“Saya lihat santri dan masyarakat sangat antusias menyaksikan film tersebut. Ini merupakan suatu kebanggaan, di mana seharusnya santri belajar dan jangan pernah lupa terhadap sejarah.” (jpg/isk)