33 C
Semarang
Kamis, 9 Juli 2020

Sentil Anggaran Air Mancur Menari

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

MAGELANG–Rencana pembangunan air mancur menari (dancing fountain) yang dilakukan oleh Pemkot Magelang di area Alun-alun Kota Magelang dikritik, karena anggarannya super fantastis. Salah satu pengusaha, sekaligus mantan anggota DPRD Kota Magelang, Edi Sutrisno, menganggap anggaran pembangunan air mancur menari tidak rasional.

“Dulu, waktu saya menjabat sebagai anggota DPRD, Pemkot mengajukan pembangunan air mancur tahun 2013-2014 namun tidak disetujui. Waktu itu, anggaran yang diajukan sekitar Rp 1,5-1,8 miliar. Nah kok bisa sekarang bisa lolos dan bahkan anggaran mencapai Rp 4,9 miliar? Jumlah ini sungguh tidak rasional!” sentil Edi.

Edi menegaskan, pembangunan air mancur yang dilakukan Pemkot, dengan anggaran sangat besar, patut dipertanyakan. Sebab, lanjut Edi, saat ini industri atau usaha pembuatan air mancur menari harga alatnya cukup murah, yaitu Rp 500 juta hingga termahal Rp 1 miliar.

“Sebagai contoh air mancur menari di Kaliurang Yogyakarta, itu pembangunan dan alatnya tidak sampai Rp 1 miliar. Itu alat pengatur air mancur menari buatan Tiongkok, harganya di kisaran Rp 500 juta. Nah, di Kota Magelang anggaran kok sampai Rp. 4,9 miliar? Apa nanti ada bangunan di atasnya dan ada emasnya?” sentil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Magelang tersebut. Selain mengkritik anggaran yang sangat fantastis, Edi menilai, pembangunan air mancur yang berada persis di depan Masjid Agung, tidak memperhatikan perspektif estetika dan etika.

Sebab, lanjut Edi, letaknya yang tepat berada di depan Masjid Agung, akan mengganggu aktivitas ibadah. “Kita lihat saat salat Idul Fitri maupun Idul Adha, di mana didepan area masjid hingga naik ke Alun-Alun digunakan untuk salat. Mana mungkin salat di belakang air mancur? Dan, apa nanti juga tidak basah?” ucap Edi.

Edi mengatakan, jika memang harus dan perlu dibangun air mancur menari dengan alasan menarik wisatawan dan sebagai ikon Kota Magelang, maka lokasinya bisa dibangun di bekas videotron. “Jika memang perlu dibangun, maka anggarannya tidak perlu sampai Rp 4,9 miliar, cukup Rp 1,5 miliar. Ini juga sebagai kritik kepada DPRD, kenapa bisa lolos anggaran sebesar itu?” tegas Edi.

Terpisah, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Magelang, Waluyo, saat diminta tanggapan terkait pembangunan air mancur menari, enggan berkomentar banyak. “Maaf Mas, itu ranah di Komisi C. Sebagai anggota DPRD saya tidak bisa berbicara banyak, ” kata Waluyo, singkat. (cr3/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Laki-Laki Misterius Bernama Misteri

Oleh: Dahlan Iskan Saya dapat kiriman naskah bagus. Dari teman di Singapura. Dulu pemilik perusahaan sekuritas di Jakarta. Penulis naskah itu John R Malott. Mantan duta...

Bagas-Bagus, Si Kembar Pemain PPSM Yunior Masuk Timnas U16

Sebuah pencapaian membanggakan di bidang sepakbola diraih anak Magelang Amiruddin Bagus Kaffi Alfikri dan Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi. Si kembar tersebut, baru-baru ini lolos...

Penghasil Bunga Sedap Malam Terbesar

BAWEN -  Desa Doplang merupakan penghasil bunga sedap malam terbesar di Kabupaten Semarang. Bunga sedap malam, bahkan menjadi salah satu komoditas yang diunggulkan oleh Desa...

Masih Buru Striker dan Kiper

BANDUNGAN – Mulai kemarin, para pemain PSIS menjalani training camp (TC) di Bandungan, Kabupaten Semarang selama tiga hari hingga Sabtu (4/2) besok. TC ini...

Usung Konsep Sociopreneurship dan Instagramable

RADARSEMARANG.COM - PASAR Karetan dan Pasar Semarangan Tinjomoyo didukung penuh oleh Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Jateng. Konsep dua pasar tersebut sebenarnya tidak jauh berbeda,...

Wali Kota Turun Panggung Ikut Senam

MAGELANG - Kirab budaya Kota Magelang yang diikuti 38 peserta berlangsung meriah, kemarin. Kendati hujan mengguyur seputar alun-alun saat peserta ke-19 tampil, acara tetap...