BAHAS ROHINGYA: Narasumber dan peserta diskusi Teras Singosari #2 berfoto bersama usai acara (JPG).
BAHAS ROHINGYA: Narasumber dan peserta diskusi Teras Singosari #2 berfoto bersama usai acara (JPG).

SEMARANG- Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Majelis Pustaka Informasi (MPI), serta Lazismu kembali mengadakan Teras Singosari Jilid II di halaman Gedung Muhammadiyah Jawa Tengah Jalan Singosari Raya Nomor 33 Semarang pada Senin (18/9) lalu. Teras Singosari #2 ini diisi dengan diskusi publik bertema “Menakar Masa Depan Muslim Rohingya.”

Ketua MDMC Jawa Tengah, Naibul Umam, menjelaskan, diadakannya diskusi publik ini dalam rangka upaya untuk menemukan informasi yang komprehensif terkait kasus Rohingya. Informasi yang komprehensif itu, lanjut Umam, akan menjadi pemahaman yang kaya akan perspektif. Dengan begitu, Umam berharap pemahaman itu dapat menjadi acuan untuk bergerak dalam rangka menanggapi kasus Rohingya. “Biar tidak asal bersikap tanpa pemahaman yang utuh” tutur Umam.

Teras Singosari Jilid II ini diapresiasi oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir. Karena dengan acara seperti ini, kata dia, warga Muhammadiyah tidak berwawasan sempit. Tapi, berpemahaman luas, sehingga apa yang dilakukan tidak sia-sia. “Namanya saja dialog, ingin membentuk warga yang dialogis. Biar terbuka,” kata Tafsir yang membuka dan menutup acara tersebut.

Lebih jauh Tafsir mengatakan, aksi solidaritas Muhammadiyah terhadap Rohingya dengan melakukan aksi penggalangan dana bukan karena etnis Rohingya itu mayoritas muslim. Tapi yang melatarbelakangi kepedulian Muhammadiyah adalah semangat kemanusiaan. Karena Muhammadiyah, kata Tafsir, lahir untuk kemanusiaan. Dan Muhammadiyah lahir untuk mempraktekkan Islam Rahmatan lil ‘alamin.

Hadir sebagai pembicara Dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Ali Muhammad, dan Wakil Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Arif Jamali Muiz. Moderator Ketua MPI PWM Jateng Teguh Hadi Prayitno. Hadir pula ratusan peserta dari perwakilan MDMC se-Jawa Tengah.

Arif Jamali Muiz mengungkapkan, untuk sementara penggalangan dana yang terkumpul di Muhammadiyah sebesar Rp 11,4 miliar. Angka ini masih akan terus bertambah.  “Selanjutnya dana kemanusiaan ini akan disalurkan ke pengungsi Rohingya di sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi dan bantuan makanan” ungkapnya.

Sedangkan Ali Muhamad mengatakan, diplomasi politik yang paling utama adalah bagaimana dunia internasional bisa mendesak agar etnis Rohingya ini bisa menjadi warga negara Myanmar yang sah. “Berdasarkan pemberitaan resmi, Dewan Keamanan PBB menyatakan bahwa kasus Rohingya ini adalah pemusnahan etnis,” ujarnya.

Berbeda dengan acara Teras Singosari yang pertama, kali ini juga diselingi musik dan penyanyi yang dimainkan oleh staf PWM Jateng, dan penyanyi dari Guru SMK Muhammadiyah 1 Semarang. Sehingga acara lebih santai meski tetap serius dan fokus dalam tema yang dibahas. (*/aro)