33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Komisi B Pantau Pasar Pagi Kaliwungu

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

KENDAL—Pemkab Kendal bersama DPRD Kendal sedang merumuskan besar anggaran yang akan digunakan untuk perbaikan Pasar Pagi Kaliwungu. Ada dua alternatif anggaran untuk melakukan revitalisasi pasar yang terbakar tersebut. Yakni menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dana Tugas Pembantuan (TP).

Demikian dikatakan Sekretaris Komisi B DPRD Kendal, Syamsul Huda di sela Komisi B DRPD Kendal melakukan sidak Pasar Pagi Kaliwungu. Menurut politisi PKB itu, kedua alternaif sumber dana yang berasal dari Kementrian Perdagangan tersebut masih akan dikaji sesuai dengan kebutuhan pembangunan pasar.

Sebab dari informasi yang masuk ke Komisi D, DAK digunakan khusus untuk pembiayaan di bawah Rp 6 miliar. Sedangkan besar anggaran yang akan digelontorkan tidak terbatas. “Artinya, bisa lebih di atas dari Rp 6 miliar alias menyesuaikan anggaran,” tandasnya.

Menurutnya, dua dana tersebut masing-masing ada sisi kelebihan dan kekurangannya. “Tapi saat ini, kami fokus untuk kebutuhan relokasi pedagang dan pembuatan rencana anggaran belanja (RAB) yang dibutuhkan untuk membangun pasar,” tuturnya.

Kami mendorong pemerintah agar pembangunannya ada percepatan. Sebab ini kebutuhan masyarakat banyak, karena menjadi pusat ekonomi. “Kami sudah melakukan percepatan baik dari sisi teknis maupun perencanaan. Tujuannya agar pemerintah pusat tahu, jika ini sangat mendesak untuk segera dibangun,” jelasnya.

Perihal dana bantuan dana 99 dari Kementrian Sosial (Kemensos) ternyata setelah diajukan, tidak bisa. Sebab pasar bukan termasuk dalam bencana yang menimpa, karena pasar adalah pusat ekonomi. “Jadi bukan fasilitas umum atau masyarakat, sehingga tidak bisa mendapatkan bantuan,” akunya.

Selain menyiapkan dana revitalisasi, juga disiapkan anggaran untuk relokasi pedagang. Besar anggaran yang disiapkan sebesar Rp 660 juta. Anggaran digunakan untuk membangun biaya lapak sementara 463 pedagang. “Lebih kurang tiap lapak mendapatkan anggaran Rp 1,5 juta,” tandasnya.

Hal senada dikatakan Ketua Komisi B DPRD Kendal, Muhammad Thohir. Ia menambahkan anggaran relokasi sebenarnya hanya Rp 400 juta. “Namun di perubahan, kami tambah Rp 260 juta, jadi total Rp 660 juta,” tambahnya.

Kami sudah minta kepada Dinas Perdagangan akan betul-betul melakukan pendataan terhadap jumlah lapak dan pedagang Pasar Pagi Kaliwungu. Sehingga betul-betul tepat nantinya ketika lapak sementara dibangun. “Jadi ketika selesai dibangun, nantinya pedagang bisa langsung menempati tempat relokasi. Sehingga ketika dana revitalisasi ataupun pembangunan dari pusat turun, bisa langsung dibangun tanpa ada kendala pedagang,” tandasnya. (bud/ida)

Berita sebelumyaMobil Dewan Perlu Dirawat
Berita berikutnyaDua Rumah Ludes Terbakar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Kondom

Jual kondom? “Tumben pak Dahlan mau beli kondom,” tanya petugas apotik Kimia Farma di belahan selatan Surabaya itu. “Tidak beli. Hanya tanya,” jawab saya. Saya baru tahu...

Operasi Suramadu-Bungurasih Diperketat, Fokus pada Bus Jurusan Jakarta

JawaPos.com – Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar operasi skala besar di Jembatan Suramadu Minggu dini hari (19/5). Kendaraan roda empat dan angkutan umum dari...

Peserta Jambore Bantu Pengungsi Gunung Agung

SEMARANG – Halaman gedung DPRD Jateng dibanjiri mobil-mobil Mercedes Benz, Rabu (27/9). Rombongan peserta Jambore Nasional Mercedes Benz ke 12 dari Jakarta dan Semarang...

Melihat Pembuatan Mi Lethek yang Memanfaatkan Tenaga Sapi

Perusahaan pembuat mi lethek yang satu ini tetap mempertahankan gaya tradisionalnya. Mulai pembuatan mi hingga perekrutan pekerja. Hasilnya, perusahaan mampu bertahan hingga lebih dari...

Earth, Wind & Fire Gelar Konser Tunggal di Crown Plaza Semarang

SEMARANG - Earth, Wind & Fire dijadwalkan menggelar konser tunggal di Ballroom Hotel Criwne Plaza, 24 November 2017 mendatang. Kehadiran grup musik penyabet enam...

Berburu Eksotisme Rawa Pening

RADARSEMARANG.COM - BANYAK Tempat untuk menikmati keindahan Rawa Pening. Danau yang berada sekitar 35 kilometer dari Kota Semarang itu saat ini banyak menjadi jujukan...