KUNJUNGI PASAR : Komisi B DRPD Kendal, saat melakukan pemantauan terhadap kondisi Pasar Pagi Kaliwungu, kemarin (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).
KUNJUNGI PASAR : Komisi B DRPD Kendal, saat melakukan pemantauan terhadap kondisi Pasar Pagi Kaliwungu, kemarin (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KENDAL—Pemkab Kendal bersama DPRD Kendal sedang merumuskan besar anggaran yang akan digunakan untuk perbaikan Pasar Pagi Kaliwungu. Ada dua alternatif anggaran untuk melakukan revitalisasi pasar yang terbakar tersebut. Yakni menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dana Tugas Pembantuan (TP).

Demikian dikatakan Sekretaris Komisi B DPRD Kendal, Syamsul Huda di sela Komisi B DRPD Kendal melakukan sidak Pasar Pagi Kaliwungu. Menurut politisi PKB itu, kedua alternaif sumber dana yang berasal dari Kementrian Perdagangan tersebut masih akan dikaji sesuai dengan kebutuhan pembangunan pasar.

Sebab dari informasi yang masuk ke Komisi D, DAK digunakan khusus untuk pembiayaan di bawah Rp 6 miliar. Sedangkan besar anggaran yang akan digelontorkan tidak terbatas. “Artinya, bisa lebih di atas dari Rp 6 miliar alias menyesuaikan anggaran,” tandasnya.

Menurutnya, dua dana tersebut masing-masing ada sisi kelebihan dan kekurangannya. “Tapi saat ini, kami fokus untuk kebutuhan relokasi pedagang dan pembuatan rencana anggaran belanja (RAB) yang dibutuhkan untuk membangun pasar,” tuturnya.

Kami mendorong pemerintah agar pembangunannya ada percepatan. Sebab ini kebutuhan masyarakat banyak, karena menjadi pusat ekonomi. “Kami sudah melakukan percepatan baik dari sisi teknis maupun perencanaan. Tujuannya agar pemerintah pusat tahu, jika ini sangat mendesak untuk segera dibangun,” jelasnya.

Perihal dana bantuan dana 99 dari Kementrian Sosial (Kemensos) ternyata setelah diajukan, tidak bisa. Sebab pasar bukan termasuk dalam bencana yang menimpa, karena pasar adalah pusat ekonomi. “Jadi bukan fasilitas umum atau masyarakat, sehingga tidak bisa mendapatkan bantuan,” akunya.

Selain menyiapkan dana revitalisasi, juga disiapkan anggaran untuk relokasi pedagang. Besar anggaran yang disiapkan sebesar Rp 660 juta. Anggaran digunakan untuk membangun biaya lapak sementara 463 pedagang. “Lebih kurang tiap lapak mendapatkan anggaran Rp 1,5 juta,” tandasnya.

Hal senada dikatakan Ketua Komisi B DPRD Kendal, Muhammad Thohir. Ia menambahkan anggaran relokasi sebenarnya hanya Rp 400 juta. “Namun di perubahan, kami tambah Rp 260 juta, jadi total Rp 660 juta,” tambahnya.

Kami sudah minta kepada Dinas Perdagangan akan betul-betul melakukan pendataan terhadap jumlah lapak dan pedagang Pasar Pagi Kaliwungu. Sehingga betul-betul tepat nantinya ketika lapak sementara dibangun. “Jadi ketika selesai dibangun, nantinya pedagang bisa langsung menempati tempat relokasi. Sehingga ketika dana revitalisasi ataupun pembangunan dari pusat turun, bisa langsung dibangun tanpa ada kendala pedagang,” tandasnya. (bud/ida)