MERTOYUDAN—Kirab budaya keliling desa pada Rabu (20/9) malam, menandai Tahun Baru Islam 1 Muharram. Kirab diikuti warga Dusun Nepak 2, Desa Bulurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Sebelumnya, warga menggelar doa bersama.

Kepala Desa Bulurejo, Agus Budi Santosa menjelaskan, menyambut Tahun Baru Islam, ratusan warga Dusun Nepak 2 selalu melaksanakan doa bersama. Setelah itu, dilanjutkan dengan arak-arakan kesenian daerah.

Dikatakan, ada sekitar 20 tim kesenian yang turut dalam kirab. Di antaranya, kesenian jatilan, kubro, topeng ireng, joget anak, serta iring-iringan dari TPA Al-Barokah. “Tahun ini, saya rasa lumayan meriah. Terus ada gunungannya juga,” kata Agus.

Arak-arakan melintasi rute dari lapangan Dusun Nepak 2 Jalan Sultan Agung, melewati rumah kades, dan berhenti di lapangan Bulurejo. “Arak-arakan kesenian ini, semuanya swadaya dari masyarakat dan sudah menjadi kegiatan turun menurun.” Ia bersyukur, anak-anak hingga orang tua antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Sementara itu, sekitar 250 orang mengikuti peringatan malam 1 Suro yang digelar Paguyuban Kebudayaan Jawa Tunggul Sabdo Jati Doyo Among Rogo di Desa Dieng Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo, Rabu (20/9) malam. Dalam kegiatan yang dihadiri Wakapolsek Kejajar Iptu Haryadi ini, digelar doa bersama yang menyediakan tumpeng 7 warna. Doa bersama dipimpin oleh sesepuh paguyuban, Rusmanto.

“Dengan dilakukan acara ritual 1 Suro 1439 ini, diharapkan kehidupan tahun–tahun mendatang akan lebih baik di banding tahun lalu dan masyarakat Indonesia semakin mempererat dan bersatu berbagai agama untuk membangun Indonesia yang lebih baik,” kata  Rusmanto.

Usai doa bersama, pada pergantian tahun pukul 00.00 WIB, digelar ritual pelarungan di Telaga Warna. Kemudian para peserta berdoa dan menyepi di puncak gunung Paku Wojo Desa Dieng. (jpg/isk)