33 C
Semarang
Jumat, 5 Juni 2020

Avanza Hantam Supra, Dua Pemuda Tewas

Another

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur...

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat...

MAGELANG—Dua pemuda tewas akibat kecelakaan yang terjadi di jalan menuju Kopeng, tepatnya di samping SMP N 1 Pakis, Kabupaten Magelang, pada Rabu (20/9) malam, pukul 20.00.

Korban tewas warga Desa Ketundan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Yaitu, Wasis, 14, dan Kodin, 16. Keduanya pengendara motor Supra Fit yang bertabrakan dengan Avanza AD 9025 HN. Satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Satu lainnya tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Keterangan yang dihimpun koran ini dari warga setempat, kejadian bermula ketika Avanza yang melaju dari arah Magelang, berpapasan dengan Supra Fit korban dari arah berlawanan.

Malam itu, arus lalu lintas padat. Dua kendaraan berlawanan arah itu, diduga sama-sama melaju agak ke tengah. Karenanya, saat berpapasan, pengendara tidak mampu menguasai kendaraan. Tabrakan pun tak terhindarkan. Saking kerasnya benturan, pengendara motor terpental hingga menghancurkan gerobak bakso milik Yanti Rinda.

“Tadi dari atas (Kopeng), ada mobil Avanza yang beriringan depan belakang, dengan beberapa kendaraan lain. Nah, dari arah berlawanan, ada motor yang dikendarai korban berboncengan. Karena lajunya sama-sama cepat dan agak ke tengah, kecelakaan terjadi, ” kata Yanti, pemilik gerobak bakso.

Oleh personel Polsek Pakis, korban dilarikan ke rumah sakit. Satu korban meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Pengemudi Avanza, Agung, 37, asal Sragen mengaku hendak ke Kajoran, Magelang, bersama istri.

“Saya lihat ada motor cukup kencang dari bawah. Kami sama-sama tak mampu menghindari tabrakan,” tutur Agung di Polsek Pakis. Kasus ini ditangani oleh Satuan Lalulintas Polres Magelang. Kecelakaan juga terjadi Jalan Kaleng, tepatnya di Desa Mangunharjo, Kecamatan Adimulyo, Kebumen. Terios bernopol AB 1064 KN, Kamis (21/9) kemarin, menghantam balok cor jembatan yang berada di bahu jalan.

Setelah menghantam balok cor, Terios oleng dan akhirnya masuk ke irigasi di kiri jalan. Saat mobil jatuh ke irigasi, Terios membentur tembok irigasi yang tidak ada airnya, hingga mobil terbalik.

Permadi, 23, warga setempat menuturkan, kecelakaan tunggal tersebut terjadi pukul 08.30. Kata Permadi, sejumlah warga berusaha menyelamatkan pengemudi yang terjebak di dalam mobil. “Lukanya tidak terlalu serius, hanya saja sekujur tubuhnya mengalami luka memar dan lecet.” Kanit Laka Satlantas Polres Kebumen, Iptu Sugeng mengatakan, pengemudi mobil Terios bernama Supangat, 41, warga RT 01/03 Desa Bendungan, Kecamatan Kuwarasan. (vie/jpg/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

Baru Kali Ini Ada Yang Sampai Naik Pohon buat Joget (12)

Sembilan lagu Didi Kempot berhasil menggoyang panggung dan ribuan penonton Synchronize Fest 2019 sampai pukul 1 dini hari. Sebenarnya sudah siap tampil di festival...

More Articles Like This

Must Read

KKP Permudah Perizinan Kapal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sejumlah nelayan di Pantura Jateng mengajukan pengukuran ulang kapal setelah mendapat kemudahan proses perizinan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Proses...

Istri Gubernur Daftar Lari Ketua DPRD Open

SALATIGA – Ratusan anggota TNI bakal ikut memeriahkan lomba lari tingkat nasional memperebutkan piala Kemenpora dan piala Ketua DPRD Salatiga pada Minggu (10/12). Lomba...

Ekonomi Jateng Makin Melambat

SEMARANG – Pertumbuhan ekonomi Jateng selama 2016 lalu mencatat perlambatan jika dibanding tahun sebelumnya. Yaitu dari 5,47 persen pada tahun 2015 menjadi 5,28 persen. Kepala...

Tiga Alasan PKL Barito Enggan Pindah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebanyak 538 pedagang Pasar Klithikan Barito, Kota Semarang, mendukung revitalisasi Banjir Kanal Timur (BKT). Tetapi, mereka minta agar pedagang kaki lima...

50 Pedagang Ikan Basah Masih Menolak

SEMARANG-Sebagian pedagang grosir ikan basah Pasar Rejomulyo Semarang tetap bersikukuh tak mau mengambil undian lapak di pasar baru. Padahal Kamis (19/1) kemarin, merupakan hari...

4 Hektare Belum Dibebaskan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Proyek normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT) saat ini telah berjalan. Tetapi Pemkot  Semarang hingga saat ini masih menyisakan sebanyak 4 hektare...