TRADISI: Warga Desa Ngropoh saat mengikuti Kirab Sewu Tumpeng untuk memperingati Tahun Baru 1439 Hijriyah dan promosi desa wisata, Kamis (21/9) (Ahsan fauzi/radar kedu).
TRADISI: Warga Desa Ngropoh saat mengikuti Kirab Sewu Tumpeng untuk memperingati Tahun Baru 1439 Hijriyah dan promosi desa wisata, Kamis (21/9) (Ahsan fauzi/radar kedu).

Banyak cara dilakukan untuk memromosikan wisata desa. Warga Desa Ngropoh Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung menggelar ritual Grebeg Sewu tumpeng untuk menyambut 1 Muharam 1439 Hijriyah. Seperti apa?

WONG AKHSAN, Temanggung

Kamis (21/9) sekitar pukul 07.30 WIB, ribuan warga sudah memadati halaman Balai Desa Ngropoh Kecamatan Kranggan. Warga berbaris dengan membawa tumpeng beserta lauk pauknya.

Mereka kemudian melakukan kirab dengan berjalan kaki dari halaman balai desa menuju Lapangan Gumuk Sembung yang jaraknya sekitar 200 meter. Sesampai di lapangan, sejumlah tumpeng besar diletakkan di atas panggung utama. Di sekitarnya duduk para perangkat desa dan tamu undangan dari Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Kranggan.

Sementara warga, duduk lesehan saling berhadapan di lapangan.

Salah satu pemuka agama Islam Kiai Kastolani lantas memimpin bacaan tahlil dan mengajak berdoa bersama. Setelah doa bersama, tumpeng dimakan bersama-sama.

Panitia Grebeg Sewu Tumpeng 2017 Waluyo menuturkan, kegiatan ini diikuti sekitar 3000 warga dari 12 dusun. Warga sejumlah desa tetangga juga ikut menyemarakkan acara ini. “Jadi, dengan pengunjung bisa mencapai 4.000 lebih,” kata Waluyo.

Kepala Desa (Kades) Ngropoh Haryono mengatakan, setiap menyambut 1 Muharam, biasanya warga menggelar selamatan sendiri-sendiri di kampungnya. Tapi dalam beberapa tahun terakhir kegiatan dilakukan serentak dan dijadikan satu titik di lapangan desa, supaya syiar dan gaungnya lebih terasa.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan kebersamaan antar warga semakin meningkat, nilai gotong royong bisa terus terpelihara. Kegiatan ini, sekaligus untuk mendukung keberadaan Desa Ngropoh sebagai desa wisata yang belum lama ini di-launching Pak Bupati,” ucapnya.

Haryono menegaskan, dengan kegiatan Grebeg Sewu Tumpeng ini, diharapkan kegiatan wisata Desa Ngropoh lebih terangkat lagi. Potensi wisata di desa ini cukup banyak. Mulai dari arca, yoni, makam, embung, air terjun, kuliner durian dan lainnya.

“Jujur selama ini, potensi yang kita miliki belum semuanya bisa tergarap dengan baik. Karena, masih terkendala Sumber Daya Manusia (SDM), juga kurangnya dukungan finansial. Saya berharap, dengan gotong royong dan kebersamaan warga, ke depan pengembangan wisata desa kian membaik,” harapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Temanggung Woro Andijani mengatakan, kegiatan menyambut 1 Muharam seperti ini memang sebuah potensi yang hampir dilakukan di setiap desa di Temanggung. “Ini suatu potensi yang harus dikembangkan untuk meningkatkan kunjungan wisata, meskipun wisata lokal,” ungkapnya. (*/ton)