Ajang Asah Mental

191
TAMBAH PENGALAMAN: Alan Noor Chandrawijaya dari C-Plus Co Semarang saat menghadapi Nizar Fahriansyah Garuda Yunior Semarang (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
TAMBAH PENGALAMAN: Alan Noor Chandrawijaya dari C-Plus Co Semarang saat menghadapi Nizar Fahriansyah Garuda Yunior Semarang (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Kejuaraan Bulutangkis USM Walikota Open ke-44 menjadi ajang asah mental pebulutangkis muda. Laga ini menjadi kesempatan klub di seluruh tanah air untuk menambah jam terbang pebulutangkis mereka.

Satu dari puluhan klub yang memanfaatkan kesempatan ini adalah C-Plus Co Semarang. Pada gelaran ini, C-Plus Co menerjunkan sekitar 20 pebulutangkis dengan tujuan menambah pengalaman bagi pebulutangkisnya.

”Hari ini (kemarin, red) yang main ada 13 anak. Dengan besok (hari ini, red) totalnya ada sekitar 20 anak,” ujar Septian Williyanto usai mendampingi pebulutangkisnya, Alan Noor Chandrawijaya.

Even ini, lanjutnya, juga membawa banyak perubahan tersendiri bagi anak-anak didiknya. Mengetahui akan ada gelaran ini, anak-anak pebulutangkis klub ini menjadi lebih semangat dengan menambah jam latihan demi mengikuti kejuaraan tingkat nasional ini.

Septian juga menambahkan bahwa klub-klub memang harus memanfaatkan gelaran seperti ini untuk mencetak atlet profesional di kemudian hari. Selain skill, lanjutnya, mental anak dapat ditempa dengan kuantitas pertandingan yang pernah diikuti.

”Saya harap event ini dapat diselenggarakan secara konsisten untuk meningkatkan prestasi pebulutangkis Indonesia. Semakin banyak even akan semakin kompetitif dan semakin baik untuk perkembangan pebulutangkis muda,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan Eka Setiya, pelatih klub Mataram Raya, Sleman Jogyakarta. Jauh-jauh datang dari Kota Gudeg, Eka ingin lima pebulutangkis yang diikutsertakan dapat belajar dari guru terbaik, yaitu pengalaman.

”Yang kami ikutkan ada pra dini putri, anak putri, pemula putra, anak putra, dan remaja putri. Ini juga menjadi ajang menambah semangat latihan mereka,” ujar pria yang terlihat sangat akrab dengan para pebulutangkisnya ini.

Hari pertama tanding, anak didiknya yang sempat mengikuti karantina Djarum mampu menumbangkan pemain dari club Rimba Raya Banyuwangi. ”Tadi (kemarin, red) menang 21-17 dan 21-4,” ujar Arya Rayyaan Abhipraya pebulutangkis yang turun di kelompok tunggal anak putra utama ini.

Sementara itu, Reza Adi Saputra pebulutangkis dari klub Rajawali Salatiga mengaku senang dengan adanya kejuaraan ini. Dengan mengikuti kejuaraan ini dia bisa mengetahui bahwa di luar masih ada yang lebih bagus daripada dirinya.

”Sehingga saya harus lebih berusaha dengan keras lagi untuk bisa masuk ke Pelatnas. Pertandingan tadi meskipun saya menang tapi lawan cukup bagus, sehingga skornya tipis,” ujar siswa kelas 1 MTs Susukan ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dalam kejuaraan ini, ia menargetkan untuk bisa masuk ke semifinal. Ia tidak ingin berharap lebih tinggi untuk keluar sebagai juara mengingat lawannya dinilai cukup berat.”Ya masuk semifinal saja sudah seneng. Saya tidak mau target yang terlalu tinggi. Karena saya tahu kemampuan saya,” ujarnya. (cr4/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here