MAGELANG – Malam Suro atau 1 Muharram 1439 Hijriyah, Gunung Tidar ramai para pengunjung yang ingin berziarah. Pengelola tempat wisata spiritual tersebut mencatat jumlah pengunjung mencapai lebih dari 1.500 orang.

“Sejak pekan lalu sudah mulai ramai, tapi puncaknya semalam (Rabu, 20/9),” kata Kepala UPTD Gunung Tidar Widodo, Kamis (21/9).

Ia menyebutkan, para pengunjung perorangan maupun rombongan tidak hanya berasal dari Magelang sekitarnya. Ada yang datang dari Jawa Timur dan Jogjakarta. Pengunjung tidak hanya dari kalangan peziarah saja, tapi juga para pencinta tradisi Jawa. Diprediksi, Gunung Tidar masih akan ramai selama bulan Suro.

“Tiap 1 Suro, pengunjung banyak yang bermalam di Gunung Tidar, sehingga penjagaan kami hingga subuh. Kami tidak bosan untuk mengingatkan pada pengunjung agar tidak merokok di area Gunung Tidar dan menyalakan api, karena musim kemarau seperti ini rawan kebakaran,” ujarnya.

Meski ramai, pihaknya belum menarik tiket masuk wisata. Padahal Perda Nomor 4 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Perda Nomor 18 Tahun 2011 Perihal Retribusi Jasa Usaha telah disahkan. Pada Perda itu, harga tiket masuk Gunung Tidar ditetapkan sebesar Rp 3.000 per orang. “Saat ini tiket masuk belum kami mulai, karena masih tahap sosialisasi. Jadi sifatnya masih sukarela. Nah tahun 2018, baru kami tegaskan untuk tiket masuk sesuai dengan yang tersebut di perda.” (put/ton)