DILANTIK: Ketua PWI Jawa Tengah Amir Machmud melantik kepengurusan PWI Kabupaten Magelang, kemarin (ISTIMEWA).
DILANTIK: Ketua PWI Jawa Tengah Amir Machmud melantik kepengurusan PWI Kabupaten Magelang, kemarin (ISTIMEWA).

MUNGKID—Maraknya hoax dan berita bohong, bisa ditangkal dengan adanya media. Media diharapkan mampu memberikan penyeimbang untuk meminimalisasi beredarnya berita hoax. ”Masyarakat, termasuk sumber berita, akan merasa tenang dengan kehadiran wartawan kompeten, apalagi di tengah kebimbangan akan kebenaran informasi di media sosial,” kata Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah, Amir Machmud N.S, usai pelantikan PWI Kabupaten Magelang, kemarin, di rumah dinas bupati.

Dikatakan, keberadaan wartawan yang salah satunya diwadahi dalam PWI, menjadi sebuah ikhtar organisasi kewartawan bersama masyarakat untuk membendung kemungkinan berbagai kabar bohong.

Pada kesempatan itu, Amir meminta media maupun wartawan memahami kode etik jurnalistik (KEJ). “Jadi, keberadaan wartawan yang kompeten, profesional, yang ditandai dengan kemampuan teknis yang baik dan pemahaman KEJ yang mumpuni, akan membuat masyarakat merasa lebih tenang ketimbang menghadapi wartawan tidak berkompeten.”

Adapun susunan kepenguruan PWI Kabupaten Magelang terdiri atas Y. Bagyo Harsono sebagai ketua, Eko Priyono (wakil ketua), Ali Subechi (sekretaris), dan Habib Shaleh (bendahara). Serta dilengkapi empat seksi, yakni organisasi, pendidikan, bidang hukum, serta usaha dan kesejahteraan. (vie/isk)