Bentuk Tim Telusuri Pil Maut

221
BIKIN GILA: Obat PCC yang bisa menyebabkan gangguan mental jika dikonsumsi berlebihan (ISTIMEWA).
BIKIN GILA: Obat PCC yang bisa menyebabkan gangguan mental jika dikonsumsi berlebihan (ISTIMEWA).

TEMANGGUNG—Sebuah tim khusus dari Polres dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Temanggung tengah berburu kemungkinan beredarnya pil PCC (Paracetamol Caffeine Carisoprodol) alias pil maut di wilayah kabupaten penghasil tembakau. Tim melakukan pengawasan dan pemantauan ketat.

“Kami sedang berburu PCC, jangan sampai pil ini beredar di Temanggung,” kata Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo di sela mendampingi Bupati Bambang Sukarno memantau pembelian tembakau rajangan.

Dikatakan, tim khusus dari Satnarkoba dikerahkan untuk mencari kemungkinan peredaran PCC. “Tim mencari ke apotek-apotek dan toko obat yang diduga menyediakan dan menjual PCC.” Jika ditemukan, tim akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat. “Peredaran PCC di Temanggung harus dipotong dan dihilangkan, sebab berbahaya.”

Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Temanggung, Sonny Hendrawan juga mengatakan hal senada. Kata Sonny, timnya mencari kemungkinan peredaran PCC, dengan menginterogasi para pecandu narkoba yang tengah menjalani rehabilitasi. “Kami investigasi pada pemakai narkoba yang pernah atau kini menjalani rehabilitasi.” Sejauh ini, kata Sonny, pihaknya belum menemukan peredaran PCC dan pemakainya di Temanggung. “Dalam pencarian, kami juga sosialisasikan bahaya narkoba.

Kepala Dinas Kesehatan Temanggung dr Sopardjo mengatakan, secara hukum PCC sudah tidak ada di wilayahnya, karena sudah ditarik BPOM. Sehingga dinyatakan terlarang atau peredarannya ilegal. Terpisah, Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Temanggung Djoko Sulistyono, mengatakan, pihaknya memberikan pelayanan rehabilitasi medis dan sosial secara berkelanjutan sesuai kebutuhan pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba. Yakni, baik dalam tingkat penggunaannya maupun jenis zat yang digunakan. Tujuannya, untuk menyelamatkan mereka dari belenggu penyalahgunaan narkoba.

“Pelaksanaan rehabilitasi berkelanjutan bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba terdiri atas serangkaian kegiatan, mulai dari proses penerimaan awal hingga pelaksanaan program pasca-rehabilitasi.” Di Temanggung, pihaknya telah bekerja sama dengan RSUD Temanggung yang pada 2017 sudah melayani 12 klien, RSU Gunung Sawo Temanggung (17 klien) dan Klinik Pratama Brastomolo (13 klien). (jpg/isk)