Sulap Kulit Kacang Tanah Jadi Sabun Cuci Tangan

941
Birizki Arfianto SMA PGRI 2 Kayen Pati
Birizki Arfianto SMA PGRI 2 Kayen Pati

Limbah kulit kacang tanah yang menumpuk dan tidak termanfaatkan di lingkungan tempat tinggalnya membuat Birizki Arfianto merasa prihatin. Dari keprihatinannya itulah timbul kepedulian untuk memanfaatkan limbah kulit kacang tanah menjadi sesuatu yang bermanfaat bahkan memiliki nilai jual.

“Saya mulai penelitian sejak kelas satu SMA sekitar tahun 2015 lalu. Waktu itu awalnya saya ikut Karya Ilmiah Remaja (KIR) dulu dengan Kak Raffi sebagai pembimbingnya,” ujar mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi UPGRIS ini.

Penelitian-penelitian yang telah dilakukan oleh Birizki membawanya pada penemuan bahwa limbah kulit kacang tanah ternyata memiliki kandungan anti bakteri yang dapat dimanfaatkan. Maka keinginan pria kelahiran Pati 1998 ini untuk menjaga lingkungan sekaligus membangkitkan perekonomian masyarakat di lingkungannya semakin bulat. Ia membuat sebuah produk sabun cuci tangan yang mengandung bioseptik.

“Kelebihan dari aksi yang saya lakukan ini adalah produk sabun cuci tangan saya harganya jauh lebih murah dari produk yang lain di pasaran. Ini karena saya menggunakan limbah dan mengurangi pemakaian zat kimia sebagai bahan campuran sabun sih. Tetapi kandungan anti bakterinya justru sama dengan produk lainnya yang sudah ada. Jadi hal ini menjadi salah satu keunggulan produk saya,” ungkap finalis 5 besar Alpha Zetizen Jawa Tengah ini.

Sebagai salah satu usaha untuk mengenalkan produknya kepada masyarakat, Birizki gencar melakukan sosialisasi kepada ibu-ibu yang berada di sekitar tempat tinggalnya. Mendapatkan respon positif dari masyarakat membuat pria yang hobi bermain game online ini ingin mengenalkan produknya ke masyarakat yang lebih luas.

“Nanti kalau diberi kesempatan menang dan bisa terbang ke New Zealand, harapannya sih pengin bisa memperkenalkan produk ini di sana. Jadi mungkin saya bisa membawa bukti-bukti foto dari sini saat sosialisasi ke ibu-ibu itu misalnya. Nah supaya orang juga bisa melihat bagaimana respon masyarakat di sini cukup positif,” aku Birizki.

Aksi Birizki dalam mengolah limbah kulit kacang tanah ini sudah digancar berbagai macam kejuaran di beberapa kompetisi sains sejak dirinya masih duduk di bangku SMA PGRI 2 Kayen Pati. Mulai dari juara 1 KIR Tingkat Kabupaten Pati tahun 2016, meraih medali pergunggu dalam Indonesia Science Project Olympiad (ISPO) tahun 2017, meraih medali perunggu dalam International Sustainability  and Environment Science Project Olympiad di Belanda pada tahun 2017, dan juara favorit KRENOFA tingkat Provinsi Jateng tahun 2017. (mg43/zal)