Sorot Minimnya Anggaran untuk Madrasah

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

SEMARANG – DPRD terus menyorot anggaran yang minim untuk madrasah di Jateng. Hal itu, membuat kondisi bangunan madrasah hanya seadanya dan jelas menganggu aktifitas belajar-mengajar. Padahal, selama ini madrasah ikut berperan besar dalam membangun dan mengembangkan pendidikan.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto mengatakan, persoalan madrasah sampai saat ini tak pernah terselesaikan. Sebenarnya, akar masalah penyebab utamanya perbedaan regulasi antara madrasah dan sekolah yang berada di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. “Aturan dari pusat memang beda. Ini yang kemudian melemahkan madrasah dari sektor anggaran. Padahal, keduanya sama-sama memiliki peran mencerdaskan anak bangsa,” katanya.

Ia menambahkan, minimnya anggaran bukan rahasia lagi. Bahkan, akibatnya banyak madrasah yang bangunannya dilakukan swadaya atau patungan. Di Kota Semarang, dari total 136 madrasah kondisi gedung sangat memprihatinkan. “Bahkan banyak gedung yang rusak dibiarkan kareta keterbatasan anggaran. Ada MI yang atapnya roboh dibangun dari hasil pinjaman, ini kan ironi,” tegasnya.

Persoalan semakin bertambah karena anggaran hibah dari Pemprov sudah tidak bisa cair sejak lima tahun terakhir. Karena ada syarat harus berbadan hukum bagi penerima hibah bansos Pasal 298 Ayat 5 Huruf d UU Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah. “Masalahnya madrasah banyak yang belum memiliki itu, akhirnya anggaran tak bisa cair dan harus swadaya,” tambahnya.

Ia meminta ada regulasi yang sama dan tak ada pengkotak-kotakan antara madrasah dan sekolah negeri. Selain itu, harus ada inovasi seperti menggandeng CSR perusahaan agar anggaran bisa diatasi. “Kami akan terus memperjuangkan madrasah, karena peranya besar untuk pendidikan di Jateng,” tambahnya.

Ketua Kelompok Kerja Pengawas Madrasah Kemenag Kota Semarang, Asikin menjelaskan perawatan bangunan madrasah sejauh ini hanya mengandalkan kelihaian kepala madrasah. Jika mereka memiliki jaringan di pemerintahan maka biasanya kondisi madrasah lebih terawat. “Untuk yang tidak memiliki jaringan di pemerintahan, biasanya akan kesulitan,” katanya. (fth/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -