RSUD Ungkapkan Alasan Tak Gunakan BKN

362

UNGARAN – Direktur RSUD Ungaran, Setya Pinardi mengungkapkan alasan mengapa dalam proses perekrutan tenaga medis baru tidak menggunakan jasa Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Menurut Setya, pihaknya tidak menggunakan jasa BKN yang berada di Kecamatan bergas disebabkan jika di BKN Bergas hanya memiliki satu ruangan untuk melaksanakan tes.“Jadi kami memilih dua perguruan tinggi di Kota Semarang. Namun akhirnya kami memilih yang memiliki banyak ruangan untuk melaksanakan tes dan juga telah bekerjasama dengan Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Semarang,” katanya.

Dijelaskan Setya, sebenarnya ada BKN di Jogyakarta yang memiliki 300 ruangan tes, akan tetapi jaraknya terlalu jauh dari Kabupaten Semarang. “Jadi kami mencari ruangan yang banyak karena untuk mengantisipasi banyaknya pelamar yang mendaftar,” tuturnya.

Hingga kini pendaftaran untuk mengisi 141 kursi tenaga baru di RSUD Ambarawa dan Ungaran sudah ada 1.600 pendaftar. Dimana masing-masing RSUD tersebut membuka 70 dan 71 lowongan.

Penambahan tenaga baru ini dilakukan karena adanya penambahan ruangan di dua RSUD tersebut. Kalangan DPRD Kabupaten Semarang sempat mempertanyakan alasan penggunaan perguruan tinggi sebagai mitra pelaksanaan seleksi tenaga medis di RSUD tersebut.

Dimana banyak dari anggota dewan yang mempertanyakan alasan dari RSUD Ungaran dan RSUD Ambarawa lebih memilih perguruan tinggi daripada BKN. “Kesepakatannya dahulu seleksi pegawai baru BLUD memakai sistem CAT (Computer Assisted Test), dan jika CAT maka tentu menujunya ke BKN,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bambang Kusriyanto.

Sebelumnya, pihak RSUD menjelaskan juga jika dalam proses rekrutmen menunjuk perguruan tinggi di Kota Semarang. “Dulu, sempat menggunakan jasa perguruan tinggi tersebut saat tes Sekdes (Sekretaris Desa) belum lama ini dan bermasalah saat pelaksanaan tes hingga pengumuman. Jadi, kami mengantisipasi hal tersebut,” katanya. (ewb/bas)