MOTIVATOR TERMUDA : Direktur dan Pendiri Leprid Paulus Pangka (kiri) saat menyerahkan penghargaan kepada Profesional Public Speaker termuda, Randy Tunggeleng (Jon wahid/jawa pos radar semarang).
MOTIVATOR TERMUDA : Direktur dan Pendiri Leprid Paulus Pangka (kiri) saat menyerahkan penghargaan kepada Profesional Public Speaker termuda, Randy Tunggeleng (Jon wahid/jawa pos radar semarang).

SEMARANG – Seorang Profesional Public Speaker termuda, Randy Tunggeleng, 25 mendapatkan penghargaan dari Leprid. Pemuda kelahiran Ujung Pandang, 4 Maret 1991 itu dianggap telah memberikan semangat kepada warga yang hidup di pinggiran Tempat Permbuangan Akhir (TPA) Sampah Jakarta Selatan dan berbagai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia. Selain itu, dia juga pernah memberikan motivasi di luar negeri seperti Hongkong dan Singapura.

Di usianya yang masih muda tersebut Randy mengaku sewaktu duduk di bangku SMA Cinderamata Bekasi merupakan anak yang pemalu. Bahkan saat berbicara di depan umum tidak berani untuk menyampaikan aspirasinya. “Bahkan berbicara di depan umum tidak berani dan sering saling tunjuk temannya. Juga takut kalau diolok-olok temannya. Padahal hal itu wajar dan masih dalam taraf belajar,” tandasnya.

Keberanian itu muncul setelah ada temannya dengan berani berbicara di depan umum. Padahal siswa yang waktu itu menjadi Ketua OSIS diketahui tidak pandai. “Kalau dia saja berani berbicara di depan umum, kenapa saya tidak berani. Padahal apa yang disampaikan juga sama,” katanya.

Sejak itu keberanian untuk menjadi seorang mulai dari Ketua OSIS ataupun jabatan lainnya pernah disandangnya. “Jadi teman saya itu menjadi ukuran bagi saya dampai saya menjadi orang yang berani berbicara di depan orang lain atau pejabat lainnya,” imbuhnya.

Randy yang pernah belajar di Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie, Jakarta tersebut mengaku sering mengikuti seminar dan workshop.

Dia mengaku terkesan saat memberikan motivasi kepada warga yang tinggal di TPA Jakarta Selatan. Waktu itu dia mengajak bagaimana agar warga bisa pindah dari tempat itu. “Sambil memberikan motivasi di tempat sampah, warga dengan santainya makan sambil mendengarkan. Bahkan disamping mereka itu banyak belatungnya,” kisahnya.

Tidak hanya itu, ada beberapa napi yang mendengarkan ceramah meneteskan air mata karena telah melakukan kesalahan sehingga berakibat harus tinggal di Lapas.

Sementara itu Ketua dan Pendiri Leprid Paulus Pangka mengatakan dengan adanya prestasi dari Randy dapat memberikan inspirasi bagi warga lainnya. “Dengan adanya Public Speaker termuda itu maka dapat menjadikan inspirasi bagi warga lainnya untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya. (hid/ric)