Playful Parent: Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak

246
Oleh: Sri Wahyuningsih
Oleh: Sri Wahyuningsih

PENDIDIKAN merupakan hal penting dalam kehidupan manusia. Dengan pendidikan, kita mampu mencapai kualitas hidup dan menciptakan manusia yang cerdas serta berakhlak baik. Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantoro, pernah melakukan kritik terhadap pemerintah masa itu. Sebab, pendidikan hanya diperuntukkan bagi orang kaya atau keturunan Belanda saja. Pendidikan kala itu sangat jauh dari kata merata. Warga  pribumi yang tergolong ekonomi lemah tidak diizinkan untuk bersekolah, sehingga Ki Hajar Dewantoro berinisiatif  membuat Taman Siswa untuk merangkul kaum-kaum yang tidak bisa mengenyam bangku sekolah.

Saat ini, pendidikan sudah menjadi kebutuhan primer. Orang tua zaman sekarang semakin menyadari pentingnya pendidikan bagi anak. Banyak upaya yang dilakukan orang tua untuk mendukung pendidikan anaknya. Misalnya, dengan melakukan pendampingan pada saat anak belajar dan penerapan waktu khusus belajar bagi anak. Sehingga anak tidak membuang waktu yang hanya digunakan untuk bermain tanpa ada manfaat yang didapat.

Dukungan orang tua sangatlah penting dalam mewujudkan keberhasilan pendidikan buah hatinya. Terkadang, materi yang didapatkan tidak langsung serta merta dipahami oleh anak, dan di sinilah peran orang tua dibutuhkan untuk menjadi sosok yang menyenangkan (playful parent).

Pada hakikatnya setiap orang tua dapat menjadi playful parent. Dengan kehadiran orang tua saat bermain akan membuat hubungan orang tua dengan anak semakin lekat. Motivasi yang diberikan orang tua kepada anak penting dilakukan guna menumbuhkan rasa percaya diri, serta menghargai diri sendiri dengan adanya kualitas waktu yang dihabiskan antara orang tua dan anak. Orang tua seharusnya membiarkan sang anak menentukan suatu keputusan, pilihan dan sebagainya.

Contoh kecilnya adalah dengan membiarkan dia memilih sekolah yang disukai sesuai dengan minat dan bakat, namun tetap pada pengawasan orang tua. Sebagaimana kita ketahui bahwa pendidikan dapat dilaksanakan di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah maupun dalam lingkungan masyarakat. Perlu diketahui bahwa orang tua adalah pendidik utama dalam pendidikan anak. Namun tampaknya masih banyak orang tua yang kurang menyadari akan perannya dalam mendukung pendidikan anak dan menyerahkan sepenuhnya pada sekolah.

Keluarga adalah pendidik pertama dan utama bagi anak. Orang tua memiliki pengaruh langsung dan paling kuat pada perkembangan fisiologis dan psikologis anak. Namun, orang tua bukanlah satu-satunya yang menjadi tanggungjawab atas pendidikan anak, tetapi pemerintah dan masyarakat pun turut berperan penting. Karena interaksi anak dengan lingkungan yang lebih luas akan membentuk perkembangan anak tersebut.

Namun persoalan pendidikan dapat teratasi dengan baik apabila orang tua bisa berpartisipsi aktif, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat, serta menjalin komunikasi intensif dengan sekolah demi perkembangan pendidikan anak. (*/aro)