33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Lomba Mewarnai Rambu Lalu Lintas Pecahkan Muri

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KAJEN–  Tertib berlalu lintas harus ditanamkan sejak dini. Sehingga angka kecelakaan, utamanya yang disebabkan human error bisa ditekan. Banyak cara yang dilakukan untuk mengenalkan kepada anak usia dini tentang pentingnya tertib berlalu lintas, misalnya melalui lomba mewarnai rambu lalu lintas. Seperti yang dilakukan Sat Lantas Polres Pekalongan bekerjasama dengan Pemkab Pekalongan, di Alun Alun Kabupaten Pekalongan, Kajen, Selasa (19/9).

Lomba diikuti 20 ribu siswa dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) seperti kelompok bermain (KB) dan taman kanak-kanak (TK). Kegiatan tersebut berhasil memecahkan Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri), pada kategori mewarnai rambu-rambu lalu lintas dalam ajang Pesona Polisi Sahabat Anak Indonesia 2017.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan mengatakan, prestasi yang diraih ini merupakan kesuksesan bersama semua pihak, baik Pemda Pekalongan dan para guru PAUD serta masyarakat, karena telah mendukungan acara mewarnai ramu-rambu lalu lintas pada anak usia dini. “Hal ini sebagai wujud polisi sahabat masyarakat, terutama anak-anak,” kata Kapolres Pekalongan.

Kapolres berharap dalam kesempatan lomba mewarnai ini, tidak hanya menjadi ajang polisi mendekatkan diri kepada masyarakat, akan tetapi juga menjadi wadah untuk memberikan pengetahuan dan karakter, agar masyarakat ke depan lebih tertib berlalu lintas.

“Penanaman karakter ini memang harus ditanamkan sejak dini agar terpatri. Diharapkan para generasi emas penerus bangsa ini, ke depan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dan bisa menekan terjadinya kecelakaan di Kota Santri,” harap AKBP Wawan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Pekalongan, Ali Riza, memberikan apresiasi kepada Sat Lantas Polres Pekalongan, lantaran Pesona Polisi Sahabat Anak Indonesia 2017 ini, menjadi ajang pengembangan bakat dan kreativitas, serta menjadikan siswa semakin lebih dekat kepada polisi.

“Sekarang sudah tidak ada lagi ceritanya, anak atau masyarakat takut kepada polisi. Tapi polisi adalah sahabat yang memberikan pengamanan daerah serta mengingatkan agar tertib berlalu lintas. Saya berharap ke depan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, bisa terus bersinergi dengan Polres Pekalongan,” tegas Ali Reza.

Sementara itu, Koordinator Muri, Sri Widyawati, menjelaskn bahwa  kegiatan ini telah resmi terdaftar dan ditetapkan di Muri sebagai pencetak rekor Lomba Mewarnai Rambu Lalu Lintas terbanyak, dengan jumlah peserta 20.000 anak untuk pertama kali, dengan urutan rekor ke 8.098.

“Selamat atas prestasi yang diperoleh. Mudah-mudahan sukses selalu buat Sat Lantas Polres Pekalongan, agar bisa lebih berkontribusi kepada masyarakat,” jelas Sri Widyawati. (thd/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Obral Promo Untungkan Peserta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Peserta BPJS Kesehatan, kini tidak hanya memperoleh perlindungan dan layanan kesehatan yang semakin mudah. Sebaliknya, dengan kartu BPJS Kesehatan peserta dapat...

Incar Sejumlah Pemain Muda

SEMARANG - Pelatih dan manajemen PSIS Semarang saat ini mulai berburu nama pemain incaran yang diproyeksikan akan bergabung bersama tim berjuluk Mahesa Jenar ini...

Perlu Program Spesifik Tanggulangi Kemiskinan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kemiskinan di Jawa Tengah (Jateng) terus mengalami penurunan. Sejumlah program yang lebih spesifik perlu diterapkan guna terus menekan angka kemiskinan tersebut. Badan...

Tersambar Petir, 3 Pendaki Tewas

WONOSOBO – Kecelakaan menimpa 11 pendaki Gunung Prau di Kecamatan Kejajar Wonosobo, Minggu (23/4). Pendaki gunung di kawasan Dieng ini tersambar petir. Tiga pendaki...

Legislator Kritis Kader PDIP Berpulang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Tengah, Nuniek Sri Yuningsih Hartati tutup usia, Senin (15/1) sekitar pukul 13.30. Nuniek meninggal karena...

Jamin Tidak Terjadi Kebocoran Soal

SEMARANG – Pemprov Jawa Tengah menjamin tidak akan terjadi kebocoran soal dalam pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) baik SMK/SMA maupun SMP/MTs. Sebab, tahun ini Kementerian...