Kemarau, Potensi Kebakaran Meningkat

BELUKAR: Salah satu kebakaran lahan kosong yang terjadi di Desa Sawahjoho Warungasem Batang, akibat pembakaran sampah alang-alang oleh warga (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang).
BELUKAR: Salah satu kebakaran lahan kosong yang terjadi di Desa Sawahjoho Warungasem Batang, akibat pembakaran sampah alang-alang oleh warga (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang).

BATANG – Potensi kebakaran di wilayah Kabupaten Batang meningkat. Paling banyak saat ini terjadi di hutan dan kebun tebu. Sejumlah faktor penyebab kejadian kebakaran tersebut adalah, kemarau panjang dan kelalaian manusia.

“Pada bulan ini saja sudah ada enam kali kejadian kebakaran lahan, seperti di Kecamatan Tersono satu kali, Gringsing tiga kali, Banyuputih satu kali, dan Tulis satu kali. Sebelumnya, ada juga di Lebo Warungasem, Sawahjoho Warungasem dan masih banyak lainnya,” ungkap Kabid Pemadam kebakaran Kabupaten Batang, Y. Gandi W.N saat ditemui di pos induk Damkar Kabupaten Batang, Selasa (19/9).

Sementara itu mulai awal tahun hingga pertengahan bulan September 2017, disebutkan Gandi sudah ada 37 kejadian. Dari penyelidikan, seringkali ditemukan, kebakaran lahan itu disebabkan karena faktor ketidak sengajaan dari manusia.

“Lahan kering kemudian dipicu faktor manusia yang membuang puntung rokok sembarangan, menjadikan kebakaran. Selain itu juga akibat kelalaian manusia yang membakar sampah kemudian ditinggal begitu saja,” terangnya.

Untuk menghadapi fenomena kekeringan yang sampai dengan akhir tahun ini. Damkar Batang terus menyiagakan sejumlah unit pemadam dan personel yang selalu siap siaga 24 jam. “Jika terjadi kebakaran bisa menghubungi nomor (0285) 392914, pos Bandar (0285) 689625, dan pos Limpung (0285) 4468515.

Namun Gandi menyanyangkan, sampai dengan saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan kebakaran dari via aplikasi Si Slamet. Walaupun seringkali terjadi kebarakan, belum pernah dapat pelaporan dari aplikasi tersebut.

“Mungkin masyarakat sudah terbiasa dengan langsung menelepon kami atau juga karena lebih efisien dan mempersingkat waktu laporan. Jadi belum ada laporan yang masuk dari aplikasi Si Slamet itu,” tandasnya. (han/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here