BERI PERHATIAN: Muspika Kecamatan Kebonagung saat berkunjung ke rumah duka. Inzet foto Moch Muthohirin semasa hidup (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BERI PERHATIAN: Muspika Kecamatan Kebonagung saat berkunjung ke rumah duka. Inzet foto Moch Muthohirin semasa hidup (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

DEMAK – Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Dukuh Serkan Kidul, Desa Megonten, Kecamatan Kebonagung dilaporkan tewas setelah terjatuh dari sepeda. Jasad TKI bernama Moch Muthohirin, 27, tersebut kini masih dalam proses pemulangan dari Taiwan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Industri (Dinakerin) Pemkab Demak, Eko Pringgolaksito mengatakan, TKI tersebut sudah ditangani pihak crisis center dari Konjen Departemen Luar Negeri (Deplu) Kemenlu  dan BNP2TKI. “Jadi, kita tinggal menunggu jadwal kepulangannya,” kata Eko Pringgo, kemarin (19/9).

Dia menambahkan, sebelumnya mendapati kabar tersebut dan langsung mengecek langsung ke Konjen Deplu. Informasi yang diperoleh, korban meninggal pada Sabtu (16/9) pukul 20.00 waktu setempat di Rumah Sakit Yenlin Taiwan.

Kabid Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinakerin, Supriyo Abdul mengatakan, pihaknya telah melacak keberadaan nama TKI yang meninggal tersebut melalui daftar buku para tenaga kerja ke luar negeri.

Namun, nama Muthohirin tidak ditemukan dalam buku Dinakerin. “Kemungkinan sebelum berangkat ke luar negeri memang tidak minta rekomendasi dari Dinas Tenaga Kerja Demak. Sebab, namanya memang tidak tercatat dalam buku daftar. Mestinya, izin dulu,” katanya saat ditemui dikantornya.

Meski demikian, diperoleh keterangan bahwa sebelumnya korban telah berangkat melalui pengerah jasa tenaga kerja Indonesia yaitu, PT Sukses Dua Bersaudara Jakarta Cabang Kendal. Yang bersangkutan berangkat pada 2015 silam ke Taiwan. Pada saat itu, memang masih berlaku moratorium untuk tidak mengirim tenaga kerja ke luar negeri.

Meski demikian, masih banyak warga yang tetap berangkat melalui PJTKI. “Informasinya, korban meninggal bukan karena kecelakaan kerja tapi saat sedang liburan bersepeda dan terjatuh. Dia kerja di perusahaan,” katanya.

Meski tidak tercatat di Dinas Tenaga Kerja Demak, namun pihaknya tetap terus memantau kepulangan TKI tersebut. “Yang jelas, PT yang sebelumnya mengirim korban ke Taiwan sudah berkoodinasi dengan pihak keluarga dan BP3TKI termasuk untuk proses pemulangan jenazah,” ujar Supriyo.

Orang tua korban, S Gufron mengatakan, keluarga berharap jenazah  anaknya tersebut dapat segera dipulangkan. “Kita berharap, pemerintah bisa memulangkan secepatnya,” jelasnya. (hib/bas)