Tingkatkan Edukasi Terkait Investasi

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

SEMARANG – Bambang Kiswono resmi dilantik menjadi Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jateng dan DIY, Senin (18/9). Ia menggantikan Moch Ihsanuddin yang bertugas menjadi Plt Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB).

Di awal jabatan barunya tersebut, mantan Kepala OJK Regional Sulawesi, Maluku dan Papua ini akan meneruskan sejumlah program maupun kebijakan yang sebelumnya telah ditetapkan.

Diantaranya, gencar melakukan sosialisasi dan edukasi terkait investasi. Hal ini sebagai salah satu upaya dalam mencegah kerugian masyarakat yang terkena iming-iming praktik investasi bodong.

“Berdasarkan beberapa kasus yang terjadi, korban justru bukan berasal dari kalangan yang tidak berpendidikan. Namun bisa jadi mereka memang belum paham terkait investasi,” ujar Kepala OJK Regional 3 Jateng & DIY, Bambang Kiswono usai serah terima jabatan di Kantor OJK Regional 3, kemarin.

Selain sosialisasi investasi, pihaknya juga menyoroti penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Menurutnya, sejauh ini penyaluran KUR di Jawa Tengah tergolong cukup baik, oleh karena itu ia akan berupaya mempertahankan dan meningkatkan.

Termasuk juga terkait pendirian Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Dari total sekitar 180 LKM di Indonesia, 100 berasal dari Jawa Tengah. Hal ini menurutnya, menjadi tantangan tersendiri untuk terus mendorong pertumbuhan LKM tersebut. Sehingga kebutuhan masyarakat akan akses keuangan lebih terpenuhi.

“Tantangan lain, ada pada peningkatan inklusi keuangan. Sejauh ini literasi keuangan di Jawa Tengah sudah cukup bagus, hanya saja inklusi keuangan yang masih sedikit kurang bila dibanding nasional. Karena itu kita perlu giatkan lagi sejumlah program untuk meningkatkan inklusi keuangan Jateng,” ujarnya. (dna/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -