Semarang Jadi Contoh Kota Masa Depan

325
INOVATIF: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menjadi pembicara dalam konferensi bertajuk Indonesia Future City 2017, Senin (18/9) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) building BSD (Ist).
INOVATIF: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menjadi pembicara dalam konferensi bertajuk Indonesia Future City 2017, Senin (18/9) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) building BSD (Ist).

SEMARANG- Perkembangan teknologi Informasi di Kota Semarang semakin signifikan. Berbagai layanan berlomba-lomba menciptakan inovasinya agar dengan mudah diakses oleh masyarakat sehingga membuat kota lumpia ini termasuk dalam salah satu kota masa depan di Indonesia. Hal itu membuat Smart Indonesia Initiatives (SII) Forum mengundang Wali Kota Semarang untuk menjadi salah satu narasumber dalam konferensi bertajuk Indonesia Future City 2017, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) building BSD, Senin (18/9).

Dalam kesempatan tersebut, bersama pakar ekonomi, Hendri Saparini dan Deputy Gubernur BI Rosmaya Hadi, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi didapuk untuk menularkan pengalamannya dalam mengimplementasikan kota masa depan di Kota Semarang. Dengan mengangkat tema “Smart City for Better Economy”.

Hendi sapaan akrab wali kota Menurutnya upaya meningkatkan perekonomian di Kota Semarang di antaranya dengan meningkatkan pelayanan, memerangi korupsi, menekan inflasi, dan menerapkan Kota masa depan seperti menjalankan e-government, open government, dan transaksi non tunai.

“Upaya tersebut telah berangsur-angsur kami lakukan. Setelah mengikrarkan diri sebagai kota masa depan pada tahun 2013, di tahun 2014 kami membangun infrastruktur jaringan dan free wifi di 2.300 titik, di tahun 2015 juga meluncurkan sebanyak 148 sistem dan aplikasi government. Di tahun 2016 kami melakukan penandatanganan komitmen sebagai smart government oleh seluruh OPD, serta dilanjutkan dengan memperkuat smart society melalui peluncuran sistem pembayaran non tunai hingga saat ini, terangnya.

Kerangka besar e-government di Pemkot Semarang dilakukan dari sistem perencanaan melalui sistem monev, sistem pembangunan seperti e-katalog lokal, sistem pelayanan seperti perizinan online, serta sistem pelaporan seperti Lapor Hendi.

“Melalui sistem monev ini diharapkan dapat mengontrol efisiensi penggunaan anggaran pembangunan. Sedangkan melalui e-katalog dapat menghemat anggaran pembangunan, memberdayakan usaha lokal dalam pembangunan, bahkan melalui e-katalog akhirnya dapat memangkas sebesar 46 persen anggaran untuk pengadaa e-ticketing Bus Trans Semarang,” ujarnya.

Yang paling penting, ujarnya, Pemkot Semarang juga memudahkan pengajuan ijin pendirian bangunan via smartphone seperti KRK, IPTB, dan IUMK, bahkan ijin usaha online atau iJus Melon sehingga terjadi peningkatan jumlah usaha di Kota Semarang.

“Intinya smart dalam perspektif pemerintah Kota Semarang yaitu systemic atau terhubung oleh sistem, monitorable atau mudah diawasi, accountable, restructurable dengan merubah jalur birokrasi, dan time bound atau memberi kepastian waktu,” pungkasnya. (zal)

Silakan beri komentar.